**Borneonews - Berlin**, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menyatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mencari jalan damai guna mengakhiri konflik yang terjadi di Ukraina. Dalam pidato yang disampaikan di hadapan parlemen Jerman, Scholz menegaskan pentingnya menjajaki berbagai kemungkinan untuk mencapai resolusi damai.
Scholz menekankan perlunya diadakan konferensi perdamaian baru untuk menghentikan perang, dengan penekanan bahwa Rusia harus terlibat dalam proses negosiasi tersebut. "Tugas ini adalah tantangan yang harus kita hadapi saat ini. Kami akan berupaya maksimal untuk mencapai perdamaian yang adil, bukan sekadar menyerah atau memperoleh perdamaian yang dipaksakan, tetapi yang menghormati integritas dan kedaulatan Ukraina," ujarnya menambahkan.
Kanselir Jerman tersebut juga menyatakan dukungannya untuk mengundang Rusia ke dalam konferensi perdamaian internasional yang bertujuan mengakhiri perang di Ukraina. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada stasiun televisi publik ZDF, Scholz mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya yang baru-baru ini terjadi dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mereka berdiskusi mengenai situasi terkini serta prospek untuk menggelar konferensi perdamaian yang baru.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mendiskusikan cara-cara keluar dari perang dan mencapai kedamaian lebih cepat daripada saat ini," kata Scholz. Ia melanjutkan dengan menggarisbawahi bahwa akan ada konferensi perdamaian lainnya, dan ia serta Presiden Zelenskyy sepakat bahwa Rusia harus dilibatkan dalam forum tersebut.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen Jerman dan fokus internasional terhadap penyelesaian konflik yang telah berlangsung lama di Ukraina.
ANTARA
Kanselir Scholz Serukan Konferensi Perdamaian Untuk Ukraina
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







