JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) baru saja mencatatkan pencapaian luar biasa dalam produksi gas nasional, yang berhasil mencapai angka 7.399 juta kaki kubik per hari (*Million Standard Cubic Feet per Day*/ MMSCFD) pada tanggal 4 September 2024. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari sepenuhnya beroperasinya tiga *train* di proyek Tangguh Liquefied Natural Gas (LNG). Proyek tersebut mencatatkan produksi rata-rata LNG sebesar 2,1 miliar kaki kubik per hari dari tiga kilang pencairan yang ada. "Sejak bulan April 2024, Tangguh LNG telah berfungsi penuh dengan tiga *train*. Setelah itu, produksi bulanan terus menunjukkan tren peningkatan, hingga menciptakan rekor tertinggi pada tanggal 31 Agustus lalu. Saat ini, kami mampu memproduksi LNG sebanyak 1.300 m³ per jam, bahkan mencapai 106 persen dari kapasitas maksimal yang dimiliki," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta. Hudi juga menyoroti bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bertanggung jawab dalam pengoperasian Tangguh LNG secara optimal, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi gas nasional. Dia menambahkan, fasilitas pengembangan gas terpadu di Tangguh LNG menjadi elemen kunci dalam mencapai target produksi. Tangguh merupakan kontributor utama dalam produksi gas di Indonesia, menyuplai sekitar sepertiga dari total produksi gas nasional. Lebih lanjut, Hudi menjelaskan bahwa kontribusi dari Tangguh LNG mencapai lebih dari dua setengah kali lipat dibandingkan kontribusi KKKS lainnya. Oleh karena itu, pihaknya bertekad untuk terus menjaga dan mengelola operasional Tangguh LNG dengan baik demi memastikan ketersediaan pasokan energi dan mendukung ketahanan energi nasional. Mengenai masa depan, Hudi optimis target produksi gas sebesar 12 (*Billion Standard Cubic Feet per Day*/ BSCFD) pada tahun 2030 dapat dicapai. Hal ini tidak terlepas dari dominasi penemuan gas dalam eksplorasi migas saat ini dan upaya percepatan yang dilakukan oleh SKK Migas serta KKKS agar setiap penemuan gas dapat segera diberdayakan. "Saat ini dan ke depannya, proyek hulu migas didominasi oleh proyek gas. Pada tahun 2024 sendiri, dari target 15 proyek yang direncanakan untuk *onstream*, 10 di antaranya adalah proyek gas. Oleh karena itu, kami sangat percaya target produksi gas sebanyak 12 BSCFD pada tahun 2030 akan terwujud," jelasnya. Hudi juga menyampaikan bahwa tren produksi gas saat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dan pemerintah telah menyetujui Proyek Pengembangan North Hub di Selat Makassar, yang diharapkan akan mulai berproduksi pada tahun 2028. Puncak produksi untuk proyek ini diproyeksikan mencapai 1.000 MMSCFD. ANTARA