DENPASAR –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet panjat tebing asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, tengah mempersiapkan diri untuk masuk dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menjelang Piala Dunia Panjat Tebing 2024 yang akan dihelat di Korea Selatan. Dengan tekad yang kuat, Desak menyatakan niatnya untuk kembali ke kamp Pelatnas guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri. "Saya kembali ke camp pelatnas untuk berlatih dan meningkatkan kapasitas diri," ungkap Desak setelah meraih medali perak dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Latihan yang akan dijalaninya ini bertujuan untuk memperbaiki catatan waktu, meningkatkan fokus, serta menjaga kestabilan emosi dan ketenangan saat berkompetisi. “Saat ini, kami lebih memfokuskan pada catatan waktu, *best time*, dan cara menenangkan diri agar performa kami semakin optimal,” tambahnya. Pelatih tim panjat tebing Bali, Suhardi Eka Prasetya, juga mengonfirmasi bahwa Desak Rita bersama sejumlah atlet lainnya akan melanjutkan latihan intensif di Pelatnas yang akan dimulai pada 15 September 2024. Di antara atlet lainnya yang akan bergabung dalam persiapan tersebut adalah Rajiah Sallsabillah, Puji Lestari, dan Veddriq Leonardo. "Kami berharap dapat meraih hasil yang baik di Korea Selatan," kata Suhardi mengharapkan prestasi terbaik dalam kompetisi mendatang. Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan oleh Federasi Internasional Panjat Tebing (*IFSC*), kejuaraan dunia panjat tebing 2024 akan berlangsung di Kangnam Sports Climbing Center, Gangnam-gu, Seoul, Korea Selatan. Pertandingan akan mencakup tiga kategori, yaitu *boulder*, *lead*, dan *speed*, yang direncanakan dilaksanakan pada 2-6 Oktober 2024. Desak Rita sendiri diperkirakan akan berkompetisi di nomor pertandingan *speed* perorangan putri. Saat ini, ia memiliki catatan waktu terbaik 6,36 detik yang diperoleh saat berlaga pada babak perempat final kategori *speed* putri di Olimpiade Paris 2024. Sayangnya, langkahnya terhenti di babak tersebut setelah dikalahkan oleh wakil dari China, Deng Lijuan. ANTARA