**Borneonews - Medan**, Tim binaraga dari Provinsi DKI Jakarta berhasil mengakhiri penantian selama dua dekade dengan meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan di Aceh dan Sumut pada tahun 2024. Prestasi ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi tim setelah lebih dari 20 tahun tidak meraih medali emas di ajang yang bergengsi ini.
DKI Jakarta sukses meraih dua medali emas sekaligus. Slamet Junaidi berhasil meraih medali emas di kelas 60 kg, sementara Sahri menambah koleksi dengan medali emas di kelas 70 kg. Slamet mengungguli pesaingnya, Syamsul Bahri dari Banten dan Agung Wibowo dari Sumatera Utara. Sementara itu, Sahri juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan mengalahkan Panca Tri Anggono dari Jawa Timur dan Dody Armanda Putra dari Sumatera Utara.
Ketua Umum Persatuan Binaraga dan Kebugaran Seluruh Indonesia (PBFI) DKI Jakarta, Estepanus Tengko, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Mendapatkan dua emas adalah sebuah berkah. Sudah 20 atau bahkan 24 tahun kami tidak mendapatkan medali emas. Kini, kami dapat dua langsung," katanya di Medan.
Melihat kembali sejarah penyelenggaraan PON, DKI Jakarta tidak berhasil meraih medali emas dari cabang binaraga sejak PON 2004 yang diadakan di Palembang, Sumatera Selatan. Namun, pencapaian terbaru ini disyukuri oleh seluruh atlet, staf pelatih, dan ofisial. Kedua atlet, Slamet dan Sahri, bahkan mengekspresikan rasa syukur mereka dengan bersujud.
Asisten pelatih, Yefta Leonidas, tidak dapat menahan emosinya dan meneteskan air mata kebahagiaan. Bahkan, saat Upacara Penghormatan Pemenang berlangsung, dia terus menyeka air mata haru. Ketua Dewan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Prasetyo Edi, juga memberikan apresiasi berupa bonus sebesar Rp15 juta untuk masing-masing juara.
Estepanus menambahkan bahwa keberhasilan meraih dua medali emas ini adalah hasil kerja keras para atlet serta dukungan dari KONI DKI Jakarta. Sebelum perlombaan dimulai, DKI Jakarta sebenarnya menargetkan untuk meraih satu medali emas saja. "Tentu kami berkomitmen untuk membantu atlet DKI Jakarta dan berkorban demi pencapaian mereka. Dan semua usaha itu terbayar," ujarnya.
Pada edisi PON kali ini, DKI Jakarta mengutus empat atlet. Selain Slamet dan Sahri, tim juga memasukkan Rudi Rahmat Romadan yang bertanding di kelas 75 kg dan Didie Hermawan di kelas 80 kg, namun keduanya tidak berhasil meraih medali.
ANTARA
DKI Jakarta Raih Emas PON Setelah 20 Tahun Penantian
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
Komentar (0)
Memuat komentar…







