SURABAYA –
**Borneonews - Bangkalan**, Pemerintah Kabupaten Bangkalan, yang terletak di Jawa Timur, telah melakukan langkah proaktif dalam memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) di sektor kesehatan. Kerja sama ini dilakukan dengan menjalin kemitraan bersama dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka, yaitu Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Dalam pernyataannya, Penjabat Bupati Bangkalan, Arief M Edie, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Unair berfokus pada Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sementara itu, kerja sama dengan Unibraw melibatkan Fakultas Ekonomi melalui Pusat Kajian Keuangan Negara dan Daerah. Dengan kolaborasi ini, Pemkab Bangkalan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan serta kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang medis. Arief M Edie menambahkan, promosi kesehatan serta upaya pencegahan adalah aspek integral dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan dalam menciptakan masyarakat yang sehat tidak hanya tergantung pada tenaga medis. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan keterlibatan berbagai elemen. "Untuk itu, diperlukan pendekatan yang sistematis dengan berbagai disiplin ilmu, terkhusus dalam bidang kesehatan dan ekonomi," ungkapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Nur Hotibah, menyoroti bahwa kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair dan Fakultas Ekonomi Unibraw meliputi penyusunan petunjuk teknis untuk implementasi layanan kesehatan primer. Melalui petunjuk teknis ini, diharapkan dapat dilaksanakan berbagai upaya, seperti deteksi dini, promosi kesehatan, pembangunan infrastruktur kesehatan, serta penyiapan sarana dan prasarana. Kesemuanya itu bertujuan untuk memperkuat manajemen pelayanan kesehatan, terutama di tingkat puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Selanjutnya, tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memperluas akses serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan, baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif. Selain itu, dalam pengembangan struktur pelayanan, perlu ada integrasi yang baik di setiap tingkat pelayanan kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal. ANTARA