JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pemenang medali emas dalam cabang *hapkido* kelas daeryun 58-62 kilogram putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Andreas Elia Waturandang, mengungkapkan bahwa ia tidak bisa menghindari latihan rutin. Hal tersebut disebabkan oleh fakta bahwa pelatihnya adalah kakak kandungnya sendiri, yaitu Jacky Waturandang, yang juga merupakan orang yang pertama kali mengenalkan *hapkido* kepada dirinya. Andreas dengan penuh humor menyatakan, "Sebenarnya saya tidak ada pilihan. Sebab pelatihnya kakak saya sendiri, jadi mau di rumah, mau di mana, saya terus ditekan. Jadi tidak ada alasan, ya sudah jalani saja." Ucapan tersebut mencerminkan komitmennya terhadap latihan yang berlangsung setiap saat, dikarenakan pelatih yang selalu mengawasi serta mendorongnya untuk tetap berlatih dengan sungguh-sungguh. Dalam ajang PON XXI yang dilaksanakan di GOR KONI, Banda Aceh, pada Rabu, Andreas berhasil meraih medali emas setelah melalui pertandingan yang sangat ketat melawan Yansa Eko Sugiono dari Lampung. Pertarungan tersebut harus berlanjut hingga babak tambahan, menyusul hasil imbang setelah waktu normal. Pada laga tersebut, Andreas sempat unggul, namun Eko mampu menyamakan kedudukan menjadi 23-23 yang membawa pertandingan ke babak tambahan. Andreas menceritakan bagaimana ia kehilangan fokus, yang menjadi penyebab ia kebobolan poin. Ia mengakui, "Saya kecolongan. Soalnya saya tidak fokus saat itu, saya mau lihat instruksi pelatih, tapi (pertandingan) belum dihentikan sama wasit. Itu yang membuat saya hilang fokus, hingga poinnya (lawan) bisa mengejar." Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk tetap konsentrasi selama pertandingan. Kemenangan itu menandai keberhasilan kedua atlet dari Sulawesi Utara di cabang *hapkido*. Sebelumnya, Glorya Venaya Emely Muntu berhasil menyabet medali emas di kelas 62-72 kilogram putri pada hari Selasa (10/9). Melihat prestasi Glorya, Andreas merasa semakin termotivasi dan bersemangat untuk meraih kesuksesan yang sama. “Aku malah jadi termotivasi, kalau dia bisa, aku juga bisa, karena kami di Sulut porsi latihannya sama. Jadi harus yakin, lebih yakin lagi,” ungkapnya. Looking forward, Andreas berharap bahwa *hapkido* dapat dipertandingkan dalam ajang SEA Games dan kompetisi multievent lainnya. Ia memiliki ambisi besar untuk meraih medali emas tidak hanya di PON, tetapi juga di gelaran SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade. “Kalau ke depan tentunya saya ingin meraih emas PON lagi. Dan jika SEA Games memasukkan *hapkido*, saya ingin mendapatkan medali emas di SEA Games juga, sampai Asian Games, hingga ke Olimpiade,” pungkasnya, menegaskan tekadnya untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. ANTARA