AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Dinas Pertanian Maluku, bekerja sama dengan komunitas pemuda yang dikenal sebagai Maluku Youth Creative Hub (MYCH), telah mengambil langkah strategis untuk membentuk kelompok tani di Desa Waiheru, Ambon. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas para petani di wilayah tersebut. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Imham Tauda, menjelaskan bahwa peran pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pemicu atau stimulus. Meskipun demikian, tanggung jawab dalam mengelola dan menjalankan kelompok tani sepenuhnya berada di tangan para petani sendiri. Kerja sama yang terjalin antara Dinas Pertanian dan MYCH diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kehidupan para petani. Ia menambahkan bahwa keberadaan kelompok tani tidak hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga berperan penting dalam merangsang pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon dan Provinsi Maluku secara keseluruhan. "Dengan adanya kelompok tani yang terorganisir dan kuat, kesejahteraan para petani dapat lebih terjamin," tuturnya. Pembentukan kelompok tani ini sekaligus merupakan implementasi dari Peraturan Kementerian Pertanian dengan nomor 67 dan 50 tahun 2018. Peraturan ini menekankan pentingnya keberadaan kelompok tani sebagai salah satu pilar utama dalam upaya pengembangan pertanian yang berkelanjutan, dengan harapan dapat memperkuat struktur ekonomi di tingkat lokal. Berdasarkan data yang diperoleh dari sistem penyuluhan pertanian per 1 Juli 2024, saat ini terdapat 209 kelompok tani yang beroperasi di Kota Ambon. Angka ini mencerminkan komitmen kuat dari para petani setempat untuk terus maju dan berkolaborasi dalam kelompok tani guna meningkatkan hasil pertanian dan kualitas hidup mereka. "Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kelompok tani ini dapat semakin solid dan mandiri, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat," ujar Tauda. Han Wisnu Wardoyo, selaku pembina MYCH, menyampaikan bahwa pembentukan kelompok tani ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo, berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2020, yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi di wilayah Maluku, Papua, NTT, dan Aceh. MYCH bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memfokuskan kegiatan pada beberapa sektor, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif, UMKM, sosial budaya, pendidikan, serta kesehatan dan olahraga. Wardoyo menambahkan bahwa komunitas ini terbuka bagi semua kalangan dan siap membantu kelompok tani dalam mengakses dukungan serta sumber daya dari pemerintah pusat. "Sinergi antara MYCH dan para pemangku kepentingan lainnya merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan di wilayah ini. Kami juga akan menyediakan pelatihan mengenai pengelolaan lahan, teknik pertanian organik, serta akses pasar untuk hasil pertanian yang dihasilkan oleh kelompok tani. Kami berharap upaya ini dapat membuka peluang baru bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang," jelas Wardoyo. MYCH sendiri merupakan organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Deputi Ekonomi Badan Intelijen Negara. ANTARA