JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indonesia dan Jerman berupaya memperkuat kerja sama dalam sektor ketenagalistrikan, khususnya di bidang pengembangan energi terbarukan. Langkah ini dituangkan dalam penandatanganan naskah kerja sama yang dilakukan antara PT PLN dan dua organisasi, GIZ serta KfW. Acara tersebut terlaksana pada hari kedua Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2024 di Jakarta. Naskah kerja sama ditandatangani oleh Suroso Isnandar selaku Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Burkhard Hinz yang menjabat Direktur KfW di Indonesia, serta Lisa Tinschert selaku Direktur Program Energi GIZ Indonesia/ASEAN. Suroso Isnandar menjelaskan bahwa hubungan kerja sama ini akan sangat berharga bagi PLN. Ia menekankan bahwa kerjasama ini mendukung upaya untuk mempercepat transisi energi serta dekarbonisasi sistem kelistrikan di Indonesia. "Dengan adanya kolaborasi ini, kami percaya Indonesia dapat memenuhi target energi terbarukan, sambil tetap mempertahankan pasokan listrik yang handal dan terjangkau. Mari kita bergotong royong dalam mendukung kemajuan kelistrikan berbasis energi bersih di Indonesia," tuturnya. Indonesia terus berusaha untuk mempercepat proses transisi energi, agar dapat mencapai target emisi nol bersih paling lambat tahun 2060, atau bahkan lebih cepat dari itu. Dalam hal ini, Lisa Tinschert menambahkan bahwa transisi energi memegang peranan penting dalam mencapai target iklim yang telah ditentukan secara global, serta memastikan pasokan energi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat. "Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan PLN untuk mempercepat integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan Indonesia. Kerja sama ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai proyek energi terbarukan," ungkap Lisa. Sementara itu, Burkhard Hinz menegaskan bahwa KfW berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada PLN dan Pemerintah Indonesia dalam upaya mendekarbonisasi serta memodernisasi sektor energi. Hal ini juga sejalan dengan pencapaian target JETP yang telah disepakati bersama International Partner Group. Sejak dimulainya kerja sama yang lebih intensif dalam bidang ketenagalistrikan pada tahun 2016, kedua negara telah melaksanakan beragam inisiatif melalui kolaborasi GIZ, KfW, dan PLN. Kerja sama ini meliputi pembiayaan proyek-proyek energi terbarukan, pengembangan jaringan transmisi dan distribusi, serta peningkatan kapasitas teknis dan pelatihan bagi staf PLN. Hasil kajian teknis antara PLN dan GIZ juga sudah menunjukkan pencapaian signifikan. Salah satunya adalah kajian tekno-ekonomi perencanaan ketenagalistrikan di Selayar, yang mendukung pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Selayar pada tahun 2022. Pembangkit tersebut mampu menghemat biaya operasional hingga 16,5 miliar rupiah setiap tahun. Selain itu, lebih dari 350 staf PLN telah dilatih dalam pengoperasian dan perencanaan sistem ketenagalistrikan yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, KfW dan PLN berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama di bidang energi bersih. Mereka akan terus memberikan dukungan finansial, menyelenggarakan studi, serta pengembangan kapasitas bagi PLN melalui berbagai program seperti *Energy Transition Acceleration Program* dan *Just Energy Transition Partnership*. ANTARA