KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Gunung Lewotobi mengalami erupsi kembali dengan tinggi kolom abu yang mencapai antara 700 hingga 900 meter dari puncaknya. Erupsi ini terpantau oleh Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan laporan dari petugas pos, Dany Erlangga Yosa Putra, erupsi ini berlangsung antara pukul 00:00 hingga 06:00 WITA. Selama periode tersebut, terdeteksi tiga kali letusan yang menghasilkan kolom abu dengan tinggi yang sama, yakni antara 700 dan 900 meter. Untuk pengamatan secara visual, letusan membawa serta asap berwarna kelabu yang dapat terlihat jelas. Selain itu, kondisi gunung dilaporkan berada dalam kabut dengan intensitas 0-I. Asap yang keluar dari kawah bertekanan sedang juga tampak berwarna kelabu, menunjukkan kepadatan yang cukup signifikan. Akibat dari dua kali erupsi yang terjadi, aliran lava mengarah ke Timur Laut dengan jarak mencapai lebih kurang 4,3 kilometer dari pusat aktifitas erupsi. Dalam analisis lebih lanjut, disebutkan bahwa tiga letusan yang tercatat memiliki amplitudo antara 2.96 hingga 7.4 milimeter dengan durasi yang bervariasi, yaitu antara 316 hingga 478 detik. Selain itu, kejadian kegempaan vulkanik dalam tercatat sebanyak 10 kali dengan amplitudo antara 2.22 hingga 6.66 milimeter, sedangkan untuk gempa tektonik jauh mencatat lima kali kejadian. Mengacu pada tingkat aktivitas, Gunung Lewotobi tetap berada dalam level III atau status siaga, menunjukkan bahwa potensi erupsi masih tergolong tinggi. Dalam menanggapi situasi ini, pihak berwenang memberi rekomendasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki, serta para pengunjung atau wisatawan, untuk tidak melakukan kegiatan apapun dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi. Imbauan ini juga berlaku untuk Gunung Lewotobi Perempuan, serta di wilayah sektor Utara-Timur Laut dengan jarak empat kilometer, dan di sektor Timur Laut sejauh lima kilometer dari pusat erupsi. Petugas mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan selalu mengikuti arahan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Mereka juga diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya mengenai kondisi gunung tersebut. ANTARA