MANOKWARI –
**Borneonews - Kaimana**, Bupati Kaimana, Freddy Thie, menginstruksikan sepuluh puskesmas di wilayahnya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota. Dalam acara pelantikan 20 pejabat administrasi dan kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaimana, yang berlangsung pada hari Kamis, ia menegaskan pentingnya memastikan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan berkualitas bagi warga di area kerja setiap puskesmas. Freddy Thie menyatakan, "Pastikan masyarakat yang ada di wilayah kerja setiap puskesmas terlayani dengan baik." Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau. Bupati juga mengingatkan kepada semua petugas kesehatan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kontrak, untuk selalu siaga di tempat tugas mereka. Ia menekankan bahwa meninggalkan tempat tugas tanpa alasan yang jelas sangat dilarang. Hal ini penting untuk memastikan layanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat dapat terus mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Di Kabupaten Kaimana, terdapat sepuluh puskesmas yang tersebar di tujuh distrik, yaitu Distrik Buruway, Teluk Arguni, Teluk Arguni Bawah, Kaimana, Kambrau, Teluk Etna, dan Yamor. Dari jumlah tersebut, saat ini hanya ada dua puskesmas yakni di Teluk Arguni dan Teluk Etna yang menyediakan fasilitas rawat inap bagi pasien. Sementara itu, delapan puskesmas lainnya belum memiliki layanan serupa. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kaimana juga berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar melaksanakan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. "Pejabat-pejabat yang dilantik merupakan individu-individu terbaik di Kaimana yang telah diberikan amanah yang besar," tambahnya. Pelantikan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Papua Barat dan Menteri Dalam Negeri, sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 100.2.2.6/6228/OTDA tanggal 15 Agustus 2024. Para pejabat yang diangkat terdiri dari delapan pejabat administratif/Eselon III, dua pejabat pengawas/Eselon IV, dan sepuluh kepala puskesmas. Freddy Thie berharap bahwa pelantikan ini tidak menimbulkan polemik baik di lingkungan pemerintahan maupun di kalangan masyarakat. Dia menjelaskan bahwa mutasi dan promosi tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dalam birokrasi. "Ini adalah bentuk evaluasi kinerja dan penyegaran birokrasi, serta merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Jangan disangkutpautkan dengan kepentingan lain," ujarnya menutup pernyataannya. ANTARA