KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengadakan Sekolah Lapang Iklim Tematik (SLIT) yang fokus pada masalah kebakaran hutan dan lahan. Ini merupakan salah satu inisiatif guna menghadapi serta mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan atau *karhutla* yang dapat mengancam kawasan Bumi Anoa. Sekretaris Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, menekankan pentingnya langkah mitigasi, terutama ketika memasuki musim kemarau yang panjang. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, ia mengajak semua pihak untuk bersiap-siap dan meningkatkan kewaspadaan dalam rangka meminimalkan kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Asrun menegaskan bahwa SLIT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola risiko terkait bencana *karhutla*. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dihasilkan strategi yang efektif untuk mencegah dan mengantisipasi insiden kebakaran. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak dari *karhutla* tidak hanya sebatas kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, serta pada keberlangsungan hidup secara keseluruhan. SLIT diharapkan dapat memberikan peserta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pencegahan, deteksi dini, serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan secara efisien. Dengan demikian, diharapkan upaya ini dapat dilakukan secara kolektif dan efektif. Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Aris Yunatas, juga menyampaikan informasi terkait program yang dibentuk di stasiunnya, yaitu program pemantauan titik *hotspot*. Program ini berguna untuk memberikan informasi mengenai perkembangan musim, baik itu musim kemarau maupun musim lainnya. Ia pun berharap pemerintah daerah akan lebih memahami informasi yang disediakan oleh BMKG melalui sekolah lapang ini, sehingga langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan, terutama menjelang musim kemarau yang kritis. Kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tematik ini dihadiri oleh beragam pihak, termasuk instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta komunitas dan pemantau lingkungan, guna bersama-sama berkontribusi dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan. ANTARA