BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Banten, mendorong agar baik guru maupun siswa dapat melakukan proses belajar secara mandiri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi di berbagai bidang akademik khususnya untuk jenjang pendidikan Madrasah Aliyah (MA) yang setara dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Lebak, Slamet, mengungkapkan harapan agar para guru dan siswa tidak malas dalam belajar. "Kami berharap agar tidak ada guru maupun peserta didik yang terjebak dalam sikap malas," ujarnya di Rangkasbitung. Kemenag Lebak secara konsisten berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan madrasah, agar dapat bersaing di era global. Oleh karena itu, penting bagi guru dan siswa untuk menerapkan metode belajar mandiri. "Belajar tidak hanya sebatas di lingkungan sekolah, tetapi juga harus dilanjutkan di rumah. Proses belajar mandiri sangat penting untuk mencapai prestasi baik di tingkat daerah maupun nasional, seperti dalam lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM)," tegas Slamet. Guru-guru diharapkan dapat belajar mandiri untuk mengembangkan kompetensi dan kreativitas mereka. Bagi guru yang menerima tunjangan sertifikasi, ini merupakan kesempatan untuk membeli buku-buku pendidikan demi meningkatkan kualitas pengajaran. Di sisi lain, siswa juga harus berupaya keras untuk meningkatkan pengetahuan di berbagai mata pelajaran. Lingkungan sekolah yang disiplin juga sangat diperlukan agar proses belajar mengajar (KBM) berlangsung tepat waktu. Kedisiplinan ini mutlak diperlukan, sebab baik kurikulum yang baik tidak akan memberikan hasil jika tenaga pendidik dan siswa sendiri tidak disiplin dan kerap absen dari pembelajaran. "Kunci dari kualitas dan mutu pendidikan ada pada disiplin para guru dan siswa dalam melaksanakan KBM," ujarnya. "Kami berharap kedisiplinan dalam sekolah bisa diterapkan untuk mendukung proses belajar mandiri," tambah Slamet. Ia mencatat bahwa pendidikan di MA baik yang berstatus negeri maupun swasta terus mengejar prestasi dalam berbagai bidang akademik, ekstrakurikuler, pramuka, paskibraka, dan seni. Kemenag Lebak juga berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan *workshop* dan bimbingan teknis yang bertujuan untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Kemenag Pusat telah mengembangkan aplikasi *Sipintar*, yang mengharuskan semua guru madrasah untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan teknik pembelajaran secara daring setiap bulannya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan guru dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar sekolah, sehingga praktik mata pelajaran dapat diterapkan dengan baik. Slamet memberikan apresiasi terhadap guru-guru di Kabupaten Lebak, di mana setiap sekolah rata-rata memiliki 30 orang guru untuk tiga unit madrasah negeri dan 80 madrasah swasta, situasi ini dianggap cukup ideal dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Kebanyakan dari mereka telah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat S-2, dan sekarang semua guru diwajibkan untuk mengikuti Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) agar dapat meningkatkan profesionalisme mereka sebagai tenaga pendidik. Bagi mereka yang belum memenuhi kualifikasi jabatan fungsional guru atau yang ingin mengajukan kenaikan jabatan, harus melalui UKKJ. Ia menekankan optimisme bahwa pendidikan di madrasah ke depannya akan mampu mencetak siswa-siswa yang berprestasi, unggul, dan siap bersaing di berbagai bidang. Wakil Sekolah MA Swasta Wasfal Rangkasbitung, Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa guru-guru terus meningkatkan ilmu pedagogik melalui *workshop* dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Sementara itu, siswa juga dioptimalkan dalam proses KBM dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 07:00 WIB hingga 15:00 WIB, sesuai dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Proses KBM yang diterapkan bersifat kolaboratif, menggabungkan pembelajaran konvensional di ruang kelas dengan sistem kelompok yang dibimbing langsung oleh masing-masing guru mata pelajaran. "Kami terus menerapkan kedisiplinan baik di kalangan guru maupun siswa selama KBM agar semangat belajar mereka tetap tinggi," tutup Wawan. ANTARA