BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Gebyar UMKM Wilayah Barat Tahun 2024.
Acara ini berlangsung di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo serta Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor.
Selain itu, turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, pimpinan OPD lingkup Provinsi Kalimantan Tengah, dan berbagai lembaga jasa keuangan.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku UMKM di wilayah barat Kalimantan Tengah.
"Kami berharap melalui edukasi keuangan ini, para pelaku UMKM dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan dapat naik kelas," ujar Primandanu dalam keterangan resminya kepada Borneonews pada Kamis, 12 September 2024.
Acara ini diikuti oleh sekitar 5.000 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten di wilayah barat Kalimantan Tengah.
Gebyar UMKM Wilayah Barat 2024 tidak hanya menjadi ajang pertemuan para pelaku UMKM, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mereka. Berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan, makanan olahan, dan produk kreatif lainnya dipamerkan dalam acara ini.
"Kami sangat bangga dengan produk-produk UMKM kita yang memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global," tambah Danu.
Selain edukasi keuangan, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti workshop, seminar, dan konsultasi bisnis.
Para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para ahli dan praktisi di bidang keuangan dan bisnis.
"Kami ingin memastikan bahwa para pelaku UMKM mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka," jelas Danu lagi.
Dengan adanya Gebyar UMKM Wilayah Barat 2024, diharapkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah dapat meningkat secara signifikan.
"Kami optimis bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM dan perekonomian daerah secara keseluruhan," tuturnya.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara OJK dan Dinas Koperasi dan UMKM.
"Pemberdayaan UMKM memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi UMKM kita untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah," kata Gubernur Sugianto.(TESTI PRISCILLA/R)









