BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum banyak yang mengembangkan kebun aren. Saat ini sebagian masyarakat masih banyak fokus mengembangkan perkebunan sawit dan perkebunan lain.
"Padahal potensinya besar, apalagi belum banyak yang mengembangkan," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kobar, Kamaluddin. Rabu (27/7/2016).
Dalam dua tahun ini, jelas Kamaluddin, Disbun Kobar terus mensosialisasikan mengenai potensi aren. Sehingga hal ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk mengembangkan kebun aren.
"Kita sudah kembangkan aren di Kotawaringin Lama. Nantinya ini sebagai bukti bahwa aren juga bisa tumbuh subur dan hasilnya juga bagus," kata Kamaludin.
Pohon aren, sebut Kamaluddin, bisa dilakukan ratusan kali penyadapan. Dari air hasil sadapan itu bisa dijadikan berbagai produk dan menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Meski demikian, saat ini belum ada masyarakat yang mau mengembangkan kebun aren skala besar. Namun pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa mengembangkan aren. Jadi masyarakat tidak perkau terpaku pada sawit saja.
"Di atas kertas, perkebunan aren lebih menguntungkan. Setiap hektar bisa menghasilkan Rp8 juta hingga Rp10 juta. Sedangkan sawit belun tentu," rinci Kamalaudin.
Ia menjelaskan, hasil tersebut dari setiap pohon yang sudah disadap kemudian menghasilkan air dan diolah menjadi gula merah atau yang disebut warga lokal yakni gula aren. Tentu hal ini berpeluang besar karena di Kobar gula merah ini masih dipasok dari daerah lain. Maka itu potensinya ada di sini untuk mengembangkan aren dan diolah untuk berbagai produk.
"Kita harus berani mengubah pola pikir dan melihat peluang yang ada," tandas Kamaluddin. (UD/m)








