**Borneonews - Banda Aceh**, Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, terlihat sejumlah cabang olahraga baru yang meskipun tampak mirip, sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Contohnya adalah *weightlifting* dan *powerlifting*, yaitu angkat besi dan angkat berat.
Kedua jenis olahraga ini mengandalkan kekuatan para lifter yang bertanding, dengan penilaian berdasarkan kelas berat badan. Masing-masing bertujuan untuk menentukan siapa yang paling kuat di antara para peserta. Namun, meski keduanya melibatkan pengangkatan beban, terdapat beberapa perbedaan kunci yang membedakan angkat besi dari angkat berat.
Berdasarkan panduan dari International Weightlifting Federation (IWF), angkat besi atau *weight lifting* adalah olahraga kompetitif yang menuntut atlet untuk mengangkat beban dari lantai hingga melewati kepala. Tujuan dari olahraga ini adalah untuk mengangkat beban terberat.
Dalam angkat besi, terdapat dua gerakan utama yang harus dilakukan, yaitu snatch dan clean and jerk. Pada gerakan snatch, atlet melakukan pengangkatan beban hingga melewati kepala dalam satu gerakan tanpa henti. Sementara itu, pada gerakan clean and jerk, beban diangkat dari lantai ke bahu (clean) sebelum akhirnya diangkat kembali di atas kepala (jerk).
Setiap lifter mendapatkan tiga kesempatan untuk melakukan angkatan dalam kedua jenis gerakan tersebut, dengan snatch dilakukan terlebih dahulu. Pemenang dalam pertandingan angkat besi ditentukan berdasarkan total angkatan terberat yang berhasil dilakukan dari kedua jenis gerakan.
Berbeda dengan angkat besi, angkat berat yang dikelola oleh International Powerlifting Federation (IPF) mempertandingkan atlet dalam tiga jenis angkatan: squat, bench press, dan deadlift. Ketiga gerakan ini populer di kalangan penggemar kebugaran dan pembangunan otot karena sering menjadi bagian dari program latihan fisik sehari-hari.
Gerakan squat ditandai oleh dorongan tubuh bagian atas ke bawah, dengan menurunkan panggul ke belakang kaki, yang sangat mengandalkan kekuatan otot paha. Latihan squat dapat dilakukan di mana saja, tanpa perlu peralatan tambahan, meski dalam kompetisi, atlet harus mengangkat beban tertentu saat melakukan gerakan tersebut.
Selanjutnya, gerakan bench press dilakukan oleh atlet yang berbaring di bangku khusus, di mana mereka mengangkat beban dari dada. Gerakan ini melibatkan otot dada, otot bahu, dan tricep. Terakhir, deadlift merupakan gerakan di mana atlet mengangkat beban dari lantai setinggi pinggul, lalu meletakannya kembali, yang menuntut kekuatan bokong, pinggang, dan bisep.
Dalam tiap kompetisi angkat berat, peserta biasanya diberikan satu kesempatan untuk melakukan ketiga gerakan tersebut, dimulai dengan squat, diikuti oleh bench press, dan diakhiri dengan deadlift.
Selain perbedaan dalam jenis gerakan, aspek lain yang membedakan kedua olahraga ini adalah partisipasi mereka di kompetisi multi cabang internasional. Angkat besi telah diadakan di berbagai ajang, termasuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Namun, sayangnya, pada SEA Games Thailand 2025 mendatang, tuan rumah memutuskan untuk mengeliminasi cabang olahraga ini.
Di sisi lain, angkat berat belum pernah dipertandingkan di ajang SEA Games atau Asian Games, apalagi di Olimpiade. Meskipun demikian, cabang angkat berat yang ditujukan untuk penyandang disabilitas, yaitu para angkat berat, telah beberapa kali dipertandingkan di Para Asian Games dan Paralimpiade. Saat ini, salah satu atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih, tengah bersiap untuk berpartisipasi dalam Paralimpiade Paris 2024.
ANTARA
Perbedaan Utama Antara Angkat Besi dan Angkat Berat dalam Olahraga
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







