PADANG –
**Borneonews - Aceh Besar**, Kontingen DKI Jakarta menjadi yang terbanyak mengirimkan atlet dalam partai final cabang olahraga dayung *rowing* pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Acara ini dilaksanakan di Bendungan Keuliling, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada hari Kamis. Dari total 15 nomor yang dipertandingkan dalam final yang berlangsung dari 12 hingga 13 September 2024, DKI Jakarta berhasil mengutus atlet untuk bertanding di 11 nomor yang berbeda. Sementara itu, juara bertahan dari PON edisi XX, Provinsi Jawa Barat, mengirimkan atlet di sembilan nomor final untuk cabang olahraga yang sama. Provinsi Sumatera Selatan juga menunjukkan performa baik dengan mengirimkan atlet di delapan nomor yang berbeda menuju partai puncak. Maluku, Jambi, dan Sulawesi Selatan masing-masing mengirimkan perwakilan pada tujuh nomor yang berbeda. Di sisi lain, tuan rumah Aceh dan Provinsi Sumatera Utara belum memperoleh kesempatan untuk mengirimkan atlet mereka ke final pada cabang olahraga dayung *rowing*. Selain DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan, sejumlah provinsi lain juga turut berpartisipasi dengan mengirimkan atlet terbaik mereka ke partai puncak. Provinsi tersebut antara lain Jawa Tengah, Riau, dan Sulawesi Tenggara, serta ada juga atlet dari Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah. Dalam hal klasemen sementara, kontingen Jawa Barat saat ini masih menduduki posisi teratas di cabang olahraga dayung dengan total sembilan medali. Rinciannya, lima medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Di tempat kedua, Provinsi Papua Barat berhasil meraih empat medali, terdiri dari tiga medali emas dan satu medali perunggu. Kalimantan Selatan menempati posisi ketiga dengan total dua medali emas dan dua medali perunggu. PON 2024 memiliki catatan penting, yaitu menjadi penyelenggaraan pertama kalinya untuk olahraga multi-event nasional ini dilakukan secara bersamaan di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara. Di ajang besar ini, sebanyak 65 cabang olahraga, 87 disiplin, dan 1.042 nomor pertandingan akan dipertandingkan di 20 kabupaten/kota dalam kedua provinsi tersebut. Sekitar 13.000 atlet bersaing untuk menjadi yang terbaik hingga upacara penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2024. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk menampilkan hasil pembinaan prestasi olahraga daerah. ANTARA