**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, telah menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam sektor manufaktur dan pertambangan untuk meningkatkan produktivitas. Dalam acara pembukaan *Digital Nations Summit* yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, beliau menjelaskan bahwa penerapan teknologi digital yang terintegrasi pada proses-proses besar di kedua sektor ini dapat membawa dampak positif yang signifikan.
Budi Arie menyatakan, penerapan teknologi yang efisien akan berkontribusi tidak hanya dalam meningkatkan produktivitas, tetapi juga dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi sangat diperlukan untuk memperbaiki kinerja industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Lebih jauh, Menkominfo menekankan pentingnya pengembangan keterampilan digital bagi Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguatan infrastruktur digital dalam upaya menciptakan iklim industri yang lebih kompetitif. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia berpotensi menjadi negara yang unggul di bidang manufaktur dan pertambangan, imbuhnya.
Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan konferensi dan lokakarya seperti *Digital Nations Summit* sangatlah krusial. Acara semacam ini memberikan ruang bagi para peserta untuk mendiskusikan visi Indonesia menuju *Industri 4.0*, transformasi digital yang harus dilakukan di sektor-sektor tersebut, serta teknologi-teknologi baru yang dapat membuka peluang baru dalam era digitalisasi.
Diskusi dalam konferensi itu juga menyentuh peran teknologi *5G* dan mobile dalam mempercepat inovasi dan pertumbuhan di berbagai sektor, termasuk manufaktur, pertambangan, dan *fintech*. Budi Arie menekankan bahwa pertemuan ini adalah peluang berharga untuk mengeksplorasi masa depan transformasi digital, meskipun tantangan dalam investasi, pengembangan talenta, dan infrastruktur harus menjadi perhatian serius.
Dari tahun ke tahun, Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hal transformasi digital. Di tahun 2024, diperkirakan lebih dari 220 juta orang di Indonesia akan menjadi pengguna internet aktif, mencerminkan lebih dari 70 persen dari total populasi.
Walaupun kita menghadapi berbagai rintangan, Indonesia tetap berkomitmen untuk melaksanakan transformasi digital dan mencapai visi *Indonesia Digital 2045*, yang nantinya akan menuntun kita menuju *Indonesia Emas 2045*, tegasnya.
Budi Arie juga mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-11 di Asia dan Pasifik dalam Indeks Kesiapan Jaringan, meskipun masih di bawah rata-rata regional, terutama dalam aspek teknologi. Ini erat kaitannya dengan penyebaran jaringan seluler *2G* dan *4G* yang masih perlu diperluas di seluruh kepulauan.
Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memastikan akses internet yang lebih merata. Ini dapat dilihat dari penetrasi jaringan serat optik dan penggunaan satelit di dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur digital agar lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari teknologi informasi yang berkembang pesat.
ANTARA
Integrasi Teknologi Tingkatkan Produktivitas Sektor Manufaktur dan Pertambangan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







