BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat,** Pemerintah Kabupaten Bangka, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengambil langkah signifikan dalam upaya penanganan stunting dengan menurunkan sejumlah dokter ke lapangan. Saat ini, terdapat 246 anak yang masih teridentifikasi sebagai mengalami stunting di wilayah ini. Penjabat Bupati Bangka, M Haris, menyatakan bahwa keberadaan dokter yang dilibatkan akan sangat membantu dalam mempercepat penanganan kasus gizi buruk. Tenaga medis tersebut akan bekerja sama dengan petugas kesehatan dari puskesmas setempat yang berada di desa-desa yang menjadi lokasi kasus stunting. Tugas utama dokter yang turun ke lapangan adalah untuk memeriksa kesehatan anak-anak yang terdiagnosis stunting. Mereka juga akan memberikan pengobatan jika ditemukan adanya gangguan kesehatan yang menyertai kondisi gizi buruk ini. Penyelesaian kasus gizi buruk yang masih ada di sepuluh desa yang menjadi fokus perhatian pemerintah mendapat perhatian serius melalui berbagai intervensi. Intervensi ini meliputi evaluasi berkala terhadap penanganan, serta pemberian makanan tambahan yang bergizi, dan tindakan penting lainnya. M Haris juga mengungkapkan bahwa perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Bangka menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada tahun 2023, jumlah anak yang terdiagnosis stunting mencapai 355, dan kini angka itu telah berkurang menjadi 246 anak. Dari sisa kasus tersebut, terdapat 71 anak yang tersebar di delapan desa, yaitu Desa Kemuje, Payak Benue, Mendo, Labuh Air Pandan, Penagan, Kota Kapur, Petaling Banjar, serta Gunung Muda. Pemerintah, bersama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), terus memantau perkembangan anak-anak yang mengalami stunting di seluruh desa yang ditetapkan sebagai lokasi fokus. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa kesehatan anak-anak tersebut memperoleh perhatian yang tepat. M Haris mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung program pemerintah dalam mengatasi kasus gizi buruk. Ia berharap bahwa Kabupaten Bangka dapat segera mencapai kondisi nihil kasus stunting, sehingga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dapat terjamin. ANTARA