**Borneonews - Washington** Amerika Serikat kini tengah melakukan pengujian terhadap ketahanan Rusia dengan mempertimbangkan kemungkinan memberi izin kepada Ukraina untuk melancarkan serangan yang lebih dalam ke wilayah Rusia. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, dalam sebuah konferensi pers yang digelar untuk wartawan.
Pada Rabu lalu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi mengenai strategi panjang terkait serangan ini dengan pejabat Ukraina. Ia berencana untuk membawa isu ini ke hadapan Presiden Joe Biden, guna memperoleh arahan lebih lanjut.
Antonov menegaskan bahwa Amerika Serikat tampak semakin terjebak dalam kompleksitas konflik yang melibatkan Ukraina. Menurutnya, para politisi AS terus mengulang seruan bahwa "Ukraina harus menang", seolah-olah itu adalah prinsip yang harus dipegang. Mereka bersedia mengorbankan kesejahteraan masyarakatnya sendiri dengan mengalihkan miliaran dolar yang seharusnya untuk mendukung perjuangan ini dalam bentuk senjata dan amunisi untuk pemerintahan Kiev. Semua ketegangan ini, lanjutnya, tampaknya mengarah pada satu tujuanmemperburuk bentrokan dengan tentara Rusia.
Lebih lanjut, Antonov mengungkapkan rasa khawatirnya mengenai pengujian berkelanjutan terhadap toleransi Rusia terhadap langkah-langkah permusuhan yang dapat mengarah pada kekalahan strategis Rusia yang dianggap berisiko.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa rencana untuk menyerang wilayah Rusia dengan menggunakan senjata jarak jauh, baik itu *F-16*, sistem pertahanan udara, atau *HIMARS*, tidak akan pernah terwujud. Di sisi lain, Antonov mengkritik pemerintah AS yang semakin mengabaikan kepentingan Rusia dan justru memunculkan gagasan untuk menyerang wilayah Rusia dengan senjata yang lebih jauh.
Tidak banyak politisi yang membahas kemungkinan terjadinya *Perang Dunia Ketiga*, yang menurutnya sedang dibuka oleh pemerintah setempat. Dalam pandangan Antonov, untuk membenarkan tindakan permusuhan terhadap Rusia, para perancang kebijakan di Washington menggunakan slogan provokatif yang mengklaim bahwa Rusia berusaha menguasai hampir separuh dunia.
Ia juga mengingatkan bahwa narasi yang konyol terus berkembang, disertai dengan informasi yang tidak akurat dan provokatif mengenai pasokan senjata dari negara-negara seperti Iran, Korea Utara, atau bahkan China, yang terus ditambahkan ke dalam arus ketidaksukaan terhadap Rusia, atau *Russofobia*.
Antonov menyoroti bahwa meskipun banyak ilmuwan militer dan politik di Amerika menyampaikan peringatan tentang ketidakmampuan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk mencapai tujuannya dengan dukungan sistem *ATACMS* atau senjata jarak jauh lainnya, suara-suara ini seolah diabaikan, dianggap hanya sebagai propaganda dari Rusia, layaknya situasi yang pernah terjadi pada masa *Perang Dingin*.
Pernyataan yang tegas ini memberikan gambaran mengenai kompleksitas politik internasional yang tengah berlangsung, serta tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin dalam menghadapi eskalasi konflik yang berpotensi meluas.
ANTARA
AS Uji Ketahanan Rusia, Potensi Serangan Jauh Ukraina Meningkat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Komentar (0)
Memuat komentar…







