**Borneonews - Bandarlampung**, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Lampung mengumumkan bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada triwulan II tahun 2024 mencapai Rp688,5 miliar. Realisasi tersebut menunjukkan pencapaian sebesar 65,78 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan pertumbuhan kinerja yang mencapai 6,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah DJKN Lampung dan Bengkulu, Hariyadi Murti Kurniawan, menyampaikan informasi ini di Bandarlampung pada hari Kamis. Ia menekankan bahwa pencapaian yang signifikan ini terutama ditunjang oleh penerimaan dari Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung, yang menyumbang pendapatan dari jasa layanan rumah sakit sebesar Rp23,7 miliar.
Penerimaan dari PNBP lainnya juga menunjukkan perkembangan yang positif, dengan pertumbuhan mencapai 4,27 persen dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, total realisasi untuk sektor ini telah mencapai Rp410,26 miliar, atau setara dengan 91,41 persen dari target APBN.
Lebih lanjut, Hariyadi mengungkapkan bahwa sumber penerimaan lainnya termasuk biaya pendidikan dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang mencapai Rp78,67 miliar, serta uang pengganti atas tindak pidana korupsi yang diputuskan pengadilan dengan nilai Rp17,36 miliar.
Di sisi lain, realisasi PNBP dari badan layanan umum mencatat angka Rp278,24 miliar, yang merupakan 46,54 persen dari target APBN. Angka ini juga mengalami peningkatan sebesar 11,05 persen dari tahun lalu. Sumber pendapatan ini berasal dari berbagai institusi, termasuk Universitas Lampung yang meraih pendapatan sebanyak Rp158,5 miliar, serta UIN Radin Intan Bandarlampung dengan Rp70,12 miliar.
Sementara itu, pendapatan dari sumber daya alam tercatat sebesar Rp4,57 miliar. Detailnya terdiri dari pendapatan dari pertambangan mineral dan batu bara yang berjumlah Rp1,66 miliar, pendapatan kehutanan sebesar Rp2,3 miliar, serta pendapatan dari energi panas bumi sebesar Rp0,6 miliar.
Dalam hal realisasi PNBP yang berkaitan dengan aset, piutang, dan lelang, sudah tercatat mencapai 51,59 persen dari target tahunan yang direncanakan sebesar Rp24,9 miliar. PNBP aset sendiri menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang sebagian besar berasal dari bea lelang yang meningkat hingga 71,91 persen.
Namun, di sisi lain, realisasi PNBP dari penyelesaian piutang negara mengalami penurunan signifikan, yakni kontraksi sebesar -89,7 persen. Hal ini disebabkan oleh outstanding Badan Kebijakan Penagihan Negara (BKPN) yang terus menurun setiap tahunnya akibat pembatasan dalam kriteria piutang negara.
ANTARA
Realisasi PNBP Lampung Capai Rp688,5 Miliar pada Triwulan II 2024
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







