BORNEONEWS, Gunung Mas - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas Evandi Juang mengingatkan kepada pemerintah kabupaten agar Hotel Gunung Mas jangan terlalu lama dibiarkan kosong dan terbengkalai seperti saat ini.
Hotel Gunung Mas (Gumas) yang berada di Jalan Sangkurun, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), tutup total beberapa bulan belakangan ini. Jadi sudah cukup lama aset berharga dan bersejarah itu tidak berpenghuni dan bisa berdampak kurang baik terhadap hotel itu.
“Bila dibiarkan terlalu lama kosong dan terbengkalai, aset di Hotel Gunung Mas bisa rusak dan hilang. Itu harus diperhatikan dengan serius,” ujar Evandi kepada Borneonews melalui sambungan telepon seluler, Rabu (27/7/2016) siang.
Menurut Evandi, biaya yang telah dikeluarkan Pemkab Gumas untuk pembangunan dan berbagai fasilitas di Hotel Gunung Mas, cukup besar. Jadi, sangat tidak pantas bila hotel tersebut tutup total selama beberapa bulan terakhir.
Hal itu sangat merugikan pemerintah dan masyarakat di kabupaten bermoto Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Intinya kita sangat sesalkan saja Hotel Gunung Mas tidak bisa dikelola dengan baik. Padahal ada anggaran dari APBD untuk pengelolaan hotel tersebut,” tegas politisi Partai Nardem itu.
Evandi meminta kepada Pemkab Gumas supaya secepatnya memperhatikan nasib Hotel Gunung Mas. Misalnya, memberikan kesempatan kepada pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk mengelola hotel tersebut berdasarkan ketentuan yang disepakati. Atau dimanfaatkan sebagai kantor, sehingga tidak kosong seperti saat ini.
“Intinya Hotel Gunung Mas dimanfatkan dan dijaga dengan baik. Itu harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam waktu dekat ini,” tukasnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Aset Dinas Pengelolaan Aset dan Keuangan (DPKA) Kabupaten Gumas, Hardeman mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya membentuk tim untuk menentukan nasib Hotel Gunung Mas. (EPRA SENTOSA/m)








