BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan melanjutkan sukses penyelenggaraan kontes *Stand Up Comedy* Kepemiluan di tingkat provinsi dengan menggelar acara serupa di 27 kota dan kabupaten. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan pemilih melalui pendekatan yang inovatif dan menghibur. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia, mengungkapkan bahwa kontes ini akan diadakan di semua KPU daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah untuk menjadikan edukasi pemilih lebih menarik dan interaktif bagi masyarakat. Hedi mengajak semua peserta yang telah berpartisipasi di tingkat provinsi untuk ikut serta dalam kontes di daerah masing-masing. Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan semangat dan kreativitas kepada peserta, sehingga dapat menyemarakkan acara di kabupaten dan kota yang bersangkutan. Dia menjelaskan bahwa mekanisme pendaftaran peserta serta penjurian akan mengikuti pola yang telah dilakukan di tingkat provinsi. KPU daerah akan mengumumkan pendaftaran untuk menarik sebanyak mungkin peserta dengan memanfaatkan berbagai saluran media sosial untuk penyebaran informasi. Sementara itu, Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni, yang hadir dalam acara kontes di tingkat provinsi pada Rabu, merasa sangat mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, ini adalah inisiatif yang luar biasa dan merupakan pengalaman baru dalam satu dekade pengabdiannya di KPU. “Setelah 10 tahun berkarir, ini adalah kali pertama kita mengadakan lomba komedi yang melibatkan komunitas *Stand Up*,” ungkap Ummi. Melalui kontes ini, KPU Jabar ingin memberikan warna baru dalam demokrasi menjelang Pilkada 2024 dengan tema "Gembira Memilih Langsung" (Gemilang). Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024 dalam suasana yang penuh kegembiraan. Ummi berharap semua elemen masyarakat dapat membawa keluarga dan kerabat mereka untuk turut menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS). Salah satu dewan juri, Kamal Ocon, menyampaikan bahwa penilaian dalam kontes ini akan didasarkan pada beberapa kriteria, termasuk orisinalitas materi dan cara penyampaian. Durasi penampilan diatur sekitar 4 menit, sehingga peserta diwajibkan untuk mematuhi batasan waktu yang ditentukan. Kamal menekankan pentingnya netralitas dalam materi yang disampaikan oleh kontestan, yang tidak boleh berpihak kepada calon atau partai politik tertentu. Hal ini bertujuan untuk menjaga objektivitas dan integritas konten. Sementara itu, Aldi Burik terpilih sebagai juara pertama kontes ini dan mengaku mengetahui informasi tentang kegiatan ini dari komunitas *Stand Up Indo Kuningan*. "Setelah teman saya menyebarluaskan informasi di Instagram, banyak dari kami yang tergerak untuk mengikuti kompetisi ini," ujarnya. Aldi berharap agar acara seperti ini dapat terus diadakan untuk menyuarakan kepemiluan dengan cara yang dapat menghibur masyarakat. Ia menyarankan agar kegiatan ini tidak hanya terbatas di Jawa Barat, melainkan juga dapat dilaksanakan di seluruh penjuru tanah air agar bisa meriah secara menyeluruh. Sebagai tambahan, berikut adalah daftar peserta dan pemenang kontes *Stand Up Comedy* Kepemiluan KPU Jabar: - Aldi Burik - Kuningan (Juara 1) - Yadi Badott - Bandung (Juara 2) - Opik Ghaling - Bandung (Juara 3) - Darda Dhamara - Bogor - Kaleng - Bandung - Ferry Oday - Cimahi - Chincans - Bandung - Deef Kobun - Bandung - Wahyu Alam - Sukabumi - Farhan Sulap - Bandung ANTARA