YOGYAKARTA –
**Borneonews - Gunungkidul**, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini melaksanakan penguatan kolaborasi sebagai bagian dari strategi untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Johan Wijayanto, menjelaskan bahwa DKP Gunungkidul telah mengadakan acara pertemuan yang melibatkan para pelaku utama di sektor kelautan dan perikanan. Acara tersebut bertemakan *"Golong Giling Ngupaya Mina Amrih Raharjo"* dan merupakan manifestasi dari kerja sama antara berbagai instansi dan lembaga. Pertemuan ini dihadiri oleh banyak pihak terkait yang terdiri dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta perwakilan media massa. Semua pihak tersebut memiliki peranan penting dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah ini. Johan menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk merangkul dan memperkuat sinergi antara semua pelaku utama yang terlibat di sektor tersebut. Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa strategi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Gunungkidul difokuskan pada pemanfaatan potensi yang ada melalui penguatan kolaborasi. Dengan memiliki panjang garis pantai hingga 72 kilometer, Gunungkidul memiliki potensi yang sangat besar dalam produksi perikanan tangkap. Di wilayah ini terdapat dua Pelabuhan Perikanan Pantai di Sadeng dan Gesing, serta tujuh pangkalan pendaratan ikan yang terlokalisasi di Ngrenehan, Baron, Ngandong, Drini, Sundak, Siung, dan Wediombo. Selain itu, Gunungkidul juga didukung oleh banyak nelayan serta kelompok usaha bersama (KUB) yang tersebar di lokasi-lokasi pendaratan ikan. Terdapat juga kelompok pengolah dan pemasar yang telah terorganisir dalam bentuk asosiasi, yang menunjukkan soliditas dalam sektor ini. Johan menyebutkan, minat pasar terhadap ikan konsumsi seperti lele dan nila terus meningkat, meskipun kelemahan dalam ketersediaan benih dari Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan Mina Kencana serta Unit Perbenihan Rakyat (UPR) menjadi tantangan tersendiri. Johan juga menggarisbawahi pentingnya sinergi melalui pendekatan pentahelix. Pendekatan ini merupakan kolaborasi multi-pihak antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media massa yang diharapkan dapat mencapai tujuan bersama. Tujuan-tujuan tersebut meliputi peningkatan produksi di sektor kelautan dan perikanan, peningkatan kesejahteraan bagi pelaku usaha, serta peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menekankan bahwa sektor kelautan memiliki potensi besar untuk memperkuat struktur ekonomi di Gunungkidul. Dia mencatat bahwa potensi biota laut sepanjang pantai Gunungkidul sangat signifikan, salah satu contohnya adalah adanya bantuan benih lobster sebanyak 52 ribu. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam memerlukan perhatian serius agar dapat dilakukan dengan bijak. Sunaryanta menambahkan bahwa kolaborasi di antara semua pihak diperlukan untuk mendukung pengembangan sektor ini. Ia menegaskan pentingnya pengolahan sumber daya kelautan agar dapat menjadi motor penggerak utama ekonomi di Gunungkidul. "Memperkuat peran kelompok usaha serta mendorong pengembangan sektor kelautan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," tutupnya. ANTARA