SEMARANG –
**Borneonews - Purwokerto**, Sekitar seratus warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Banyumas melaksanakan aksi damai dengan tujuan mendesak Penjabat (Pj.) Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, untuk lebih aktif menyosialisasikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banyumas 2024. Aksi damai ini dilakukan di depan kompleks Pendopo Si Panji, Purwokerto, pada hari Kamis. Dalam demonstrasi tersebut, para peserta mengangkat berbagai spanduk dan poster dengan tulisan yang menarik perhatian, seperti "Sukseskan!! Pilkada Rame2 Boy", "Netralitas Pj Bupati Dipertanyakan", dan "Mari Selamatkan Banyumas". Kegiatan ini mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian Resor Kota Banyumas serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas. Dalam aksi tersebut, beberapa perwakilan massa menyampaikan orasi secara bergantian, menyuarakan harapan dan tuntutan mereka. Bejo Wijaya, Koordinator Jaringan Masyarakat Banyumas, mengungkapkan bahwa selama ini Pj. Bupati tidak mengadakan sosialisasi terkait Pilkada Banyumas 2024 setiap kali melaksanakan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di Banyumas. Dia menilai kunjungan tersebut hanya sekadar untuk kepentingan pencitraan. "Beliau hanya berkeliling untuk hal-hal yang kami anggap sebagai pencitraan semata. Datang ke desa, bertanya apa yang dapat dibantu, namun tidak ada penjelasan mengenai Pilkada yang akan datang," tuturnya. Bejo menegaskan bahwa selaku Pj. Bupati, seharusnya Hanung Cahyo Saputro memberikan edukasi mengenai pemilu, terutama mengenai pentingnya Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang. Namun, menurut pengamatan mereka, hal tersebut belum dilaksanakan. Di samping itu, dia mengkritik tindakan Pj. Bupati yang dinilai berlebihan dalam penggunaan media sosial untuk pencitraan, seolah-olah sedang berkampanye dengan memposisikan dirinya sebagai alternatif untuk melawan pasangan calon yang ada. Tuntutan mereka pun meliputi harapan agar Pj. Bupati segera menghentikan praktik pencitraan yang tidak jelas, serta memberikan klarifikasi terkait unggahan di media sosial, seperti ajakan untuk memilih kotak kosong dan aspirasi agar dirinya kembali menjabat sebagai Pj. Bupati Banyumas. "Beliau seharusnya menjelaskan kepada publik bahwa kehadirannya adalah untuk mengantarkan pemimpin definitif," katanya. Masyarakat, menurut Bejo, merasa bahwa sosialisasi mengenai Pilkada belum memadai, meskipun sejumlah bantuan telah diberikan. Selain itu, kegiatan sosialisasi pilkada yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas juga dinilai masih terbatas cakupannya. "Kami mendesak Pj. Bupati untuk aktif dalam sosialisasi Pilkada Banyumas 2024 agar pemilihan yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang dapat berjalan dengan sukses," ujar Bejo. Setelah menunggu beberapa saat, Bejo dan beberapa perwakilan massa akhirnya diizinkan untuk masuk ke Pendopo Si Panji, guna bertemu dengan perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Namun, Bejo menolak jika audiensi itu melibatkan perwakilan TNI dan Polri, lantaran aspirasi mereka sangat terkait dengan Pemkab Banyumas, khususnya Pj. Bupati. Akhirnya, rombongan Bejo diterima oleh Eko Heru Surono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas, yang didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Banyumas, Wakhyono, sebagai perwakilan Pj. Bupati dan Sekretaris Daerah yang sedang dinas di luar daerah. Setelah mendengar aspirasi dari Jaringan Masyarakat Banyumas, Eko Heru Surono menyatakan bahwa mereka akan menyampaikan semua tuntutan tersebut kepada Pj. Bupati. Menurutnya, aspirasi ini tidak hanya berasal dari Jaringan Masyarakat Banyumas, tetapi juga dari elemen masyarakat lainnya. "Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada beliau, yang saat ini sedang berada di Sumatera Utara dan Aceh untuk mendukung atlet Banyumas yang bertanding di ajang PON," tutup Eko. ANTARA