MEDAN –
**Borneonews - Batu Bara**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku yang berada di bawah pengelolaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, telah meluncurkan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan narapidana dalam budi daya ayam kampung. Sebanyak 20 narapidana terlibat dalam pelatihan ini, yang direncanakan berlangsung selama sembilan hari. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batu Bara. Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Alexa, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta keterampilan praktis mengenai cara budi daya ayam kampung, termasuk teknik pemeliharaan, perawatan, dan pengaturan pakan yang baik. Alexa menyatakan harapannya bahwa wawasan yang didapat oleh para warga binaan dapat diaplikasikan di masyarakat setelah mereka menyelesaikan masa tahanan. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter warga binaan agar mereka dapat menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan menghindari tindakan kriminal di masa depan. Sesuai dengan program yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, pelatihan ini bertujuan untuk membina kemandirian warga binaan agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri setelah kembali ke masyarakat. Alexa mengungkapkan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterampilan narapidana dalam bidang peternakan ayam kampung. Kemampuan dalam budi daya ayam kampung diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat, sehingga mereka dapat memiliki kemandirian ekonomi serta membuka peluang usaha baru. Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM Sumut telah mendukung berbagai aktivitas pelatihan bagi lapas dan rutan di wilayah setempat, mencakup keterampilan di bidang peternakan, perikanan, kerajinan tangan, hortikultura, dan lainnya demi meningkatkan kualitas hidup warga binaan. ANTARA