PALU –
**Borneonews - Poso, Sulawesi Tengah**, Pemerintah Kabupaten Poso tengah berupaya maksimal untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) secara berkelanjutan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem yang ada. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Poso, Abd Kahar Latjare, menjelaskan bahwa hutan tidak hanya menyediakan kayu, tetapi juga berbagai produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang signifikan. Upaya ini mencakup penyelenggaraan Workshop *Integrated Area Development* (IAD), yang melibatkan berbagai instansi terkait untuk menjamin pemanfaatan sumber daya hutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan. Latjare menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya harus dilakukan dengan bijaksana, agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Hasil hutan bukan kayu seringkali berasal dari bagian-bagian pohon, seperti getah, daun, kulit, dan buah, serta tumbuhan dengan nilai khusus seperti rotan dan bambu. Dia menekankan pentingnya pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai solusi untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi di zaman sekarang. Melalui *workshop* ini, tujuannya adalah memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang praktik pengelolaan hutan yang baik, serta menggali potensi HHBK sebagai sumber penghidupan yang lebih baik untuk rakyat Poso. Selain itu, Latjare turut menyampaikan bahwa adanya sinergi dan kerjasama di antara berbagai pihak sangatlah vital dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat turut serta dalam pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar area hutan. "Melalui *workshop* ini, kami berharap pengelolaan sumber daya hasil hutan bukan kayu di Kabupaten Poso bisa berjalan optimal dan dikelola dengan bijaksana," ujarnya. Dia menegaskan kembali bahwa kerjasama yang solid antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan hutan bagi kesejahteraan masyarakat. ANTARA