**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana untuk menyelenggarakan pelatihan keamanan siber bagi satu juta orang Indonesia. Ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapabilitas Keamanan Siber yang diluncurkan melalui akademi daring.
Dengan memanfaatkan platform *Digital Talent Scholarship* (DTS) yang dikelola oleh Kemenkominfo, akademi daring ini akan memberikan fokus utama pada pengembangan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan siber. Hal ini bertujuan agar individu dan usaha kecil lebih siap dalam melindungi diri di tengah kemajuan digital yang kian pesat.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menekankan pentingnya investasi dalam sumber daya manusia. "Kebutuhan akan talenta yang terampil dalam bidang keamanan siber semakin signifikan," ujarnya saat peluncuran program di Media Center Kemenkominfo di Jakarta.
Inisiatif ini juga mengharapkan pengembangan dan peningkatan kemampuan keamanan siber di Indonesia, baik untuk profesional yang sudah ada maupun talenta baru. Dengan demikian, jumlah spesialis dalam keamanan siber diharapkan dapat meningkat.
Dalam pelaksanaan program ini, Kemenkominfo menggandeng Indosat serta Mastercard sebagai mitra dalam penyelenggaraan pelatihan yang komprehensif. Peserta program berkesempatan memperoleh sertifikasi setelah berhasil menyelesaikan pelatihan.
Pelatihan yang ditawarkan akan mencakup keterampilan penting yang dibutuhkan di era ekonomi digital saat ini. Contohnya, cara melakukan inventarisasi perangkat, menguasai pembaruan perangkat lunak dan keamanan daring, melindungi diri dari serangan *phishing* serta *malware*, dan mengamankan data bisnis melalui *backups*.
"Bagi peserta yang telah menyelesaikan tingkat dasar, mereka juga dapat mengakses modul dengan tingkat lebih lanjut atau dengan tema yang lebih spesifik," tambah Budi.
Meskipun tenaga kerja di bidang keamanan siber mengalami pertumbuhan sebesar 12,6 persen antara tahun 2022 dan 2023, masih terdapat kekurangan hampir empat juta profesional keamanan siber secara global. Di Asia Pasifik, pada tahun 2023, talenta di bidang keamanan siber tumbuh sebesar 11,8 persen, yang setara dengan lebih dari 960 ribu pekerja. Namun, jumlah talenta di kawasan ini masih mengalami kekurangan sekitar 2,5 juta orang.
Sebuah kajian mengenai ketersediaan dan kebutuhan talenta digital di Indonesia untuk periode 2023 hingga 2030 menunjukkan bahwa rata-rata kebutuhan talenta digital mencapai angka 458.043 orang setiap tahun.
"Program ini merupakan upaya untuk mencetak satu juta talenta digital dalam lima tahun ke depan, dengan target 200 ribu talenta digital setiap tahun. Fokus utama kami adalah masyarakat luas serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," pungkas Budi Arie.
ANTARA
Kemenkominfo Latih Satu Juta Talenta Keamanan Siber di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Dua Pria Diduga Curi Brondolan Sawit Diamankan Warga
Sore Hari di Nagara HSS Gelap Gulita Imbas Cuaca Buruk
Bocah di Kumai Dibegal, Motor dan Uang Jutaan Rupiah Raib
Komentar (0)
Memuat komentar…







