BANTEN –
**Borneonews - Kabupaten Tangerang**, Pemerintah Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menangani potensi kasus *Monkeypox* atau cacar monyet. Sebagai bagian dari persiapan ini, mereka telah menyiapkan sejumlah tenaga kesehatan dan ruang isolasi di semua fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Achmad Muchlis, mengungkapkan bahwa setiap rumah sakit di wilayah ini sudah dilengkapi dengan ruangan isolasi yang memenuhi standar. Dalam hal penanganan kasus yang lebih serius, RSUD Tangerang dipilih sebagai lokasi rujukan yang memiliki fasilitas yang memadai. “Semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Tangerang sudah memiliki ruangan isolasi sesuai standarnya. Dan kalau kasus khusus nanti kita siapkan rumah sakit umum Tangerang yang mungkin fasilitasnya sudah mumpuni," tuturnya dalam sebuah pernyataan. Penyakit cacar monyet saat ini menjadi perhatian internasional, termasuk di dalam negeri. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sudah meningkatkan kewaspadaan seiring dengan adanya peningkatan kasus di beberapa daerah. Sebagai langkah antisipatif, mereka telah menyiapkan delapan ruangan isolasi dengan total sepuluh tempat tidur untuk pasien yang diduga terjangkit *Monkeypox*. Lebih jauh, dr. Muchlis menerangkan bahwa jika terjadi lonjakan kasus, ruangan isolasi dapat disesuaikan sesuai dengan skala kebutuhan, mirip dengan yang terjadi selama pandemi COVID-19. Saat ini, empat ruangan isolasi sudah bisa digunakan di RSUD Tangerang, serta tambahan di RSUD Pakuhaji dan RSUD Balaraja. Dinas Kesehatan juga telah menugaskan sejumlah tenaga medis termasuk dokter spesialis dan perawat untuk membentuk tim surveilans guna mendeteksi dan melaporkan kasus *Monkeypox* yang mungkin muncul. “Tim surveilans kami sudah terbentuk, dan mereka siap untuk melaporkan setiap kasus yang dicurigai kepada kami,” ujarnya. Sebagai bagian dari komunikasi pencegahan, surat edaran telah disebarkan kepada puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap *Monkeypox*. Dr. Muchlis mengonfirmasi bahwa sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai warga yang terpapar penyakit tersebut di wilayah yang mereka kelola. “Upaya pencegahan terus kami lakukan, mudah-mudahan tidak ada kasus. Meski begitu, kami tetap berada dalam kondisi siaga,” jelasnya. Di sisi lain, Kepala Balai Besar Kesehatan Kesehatan Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menyatakan bahwa mereka telah menambah petugas medis sebanyak 60 orang untuk siaga 24 jam. Tim tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan dengan mengambil sampel swab dan melakukan pengecekan di laboratorium siap pakai yang ada di bandara. “Dua penumpang dari luar negeri telah dinyatakan sebagai suspek dan telah diperiksa. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa mereka negatif,” tambahnya. Di tempat lain, terdapat lima kasus yang dilaporkan dengan gejala *Monkeypox*, dua di antaranya terkonfirmasi positif. Kasus-kasus ini ditemukan di wilayah Kota Tangerang Selatan beberapa waktu yang lalu berdasarkan data dari tim Dinas Kesehatan setempat. “Semua pasien kini dalam keadaan sudah sembuh. Mayoritas kasus yang terlaporkan adalah laki-laki berusia antara 22 hingga 49 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendralin Mahdaniar, menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat dalam situasi seperti ini. ANTARA