MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mengembangkan program literasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut. Kepala DPKD Sulbar, Khaeruddin Anas, menyampaikan dalam acara penghargaan budaya gemar membaca 2024 dan pengukuhan Bunda Literasi serta Duta Baca Desa di Mamuju, bahwa peningkatan SDM melalui program literasi menjadi salah satu fokus utama pihaknya. "Kami bertekad untuk meningkatkan SDM di Sulbar melalui pengembangan program literasi," ujarnya. Khaeruddin Anas merinci langkah-langkah yang akan diambil oleh DPKD. Program literasi ini akan dilaksanakan secara komprehensif dan meliputi berbagai aktivitas, mulai dari peningkatan koleksi buku, pelatihan pengelola perpustakaan desa, hingga pembangunan fasilitas perpustakaan di daerah-daerah yang terpencil. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. "Melalui semangat kolaborasi dan dukungan dari semua elemen masyarakat, kami optimis dapat membentuk generasi yang lebih gemar membaca dan memiliki kompetisi yang tinggi, baik di tingkat lokal maupun nasional," tambahnya dengan penuh keyakinan. Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya peran literasi sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat. "Budaya membaca adalah kunci utama untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan kompetitif. Kami berharap Bunda Literasi dan Duta Baca yang dikukuhkan dapat menjadi pelopor gerakan literasi di setiap desa," ungkap Muhammad Idris. Dalam acara tersebut, penghargaan Budaya Gemar Membaca 2024 juga diberikan kepada individu-individu yang berprestasi dalam bidang literasi. Penghargaan tersebut mencakup pengakuan bagi pustakawan teladan dan arsiparis teladan di lingkungan Perpustakaan Daerah Sulawesi Barat, serta pemustaka teraktif yang paling aktif memanfaatkan layanan perpustakaan. Selain itu, para pegiat literasi juga menerima uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendorong kegiatan literasi dalam masyarakat. Dalam momen yang sama, sebanyak 55 Bunda Literasi dan Duta Baca Desa resmi dikukuhkan setelah melalui proses seleksi berdasarkan komitmen dan dedikasi mereka dalam meningkatkan budaya baca di masing-masing desa. "Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca masyarakat di seluruh Sulbar," tutup Muhammad Idris optimis. ANTARA