JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Cabang olahraga binaraga telah resmi ditutup setelah berlangsungnya kompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diadakan di Aceh dan Sumatera Utara. Pertandingan berlangsung di Hotel Four Point, Medan pada hari Selasa dan Rabu. Dalam penyelenggaraan kali ini, muncul beberapa kejutan yang cukup menarik perhatian. Sebanyak 11 kategori diperlombakan, di antaranya adalah nomor *Fitness* kelas Men Sports Physique Up to 170 cm, Men Sports Physique Over 170 cm, Men Athletics Physique, serta berbagai kelas bodybuilder mulai dari 55 kg hingga +85 kg. Terdapat pula kelas eksibisi Women Model yang melibatkan enam atlet wanita, yang merupakan kali pertama dipertandingkan dalam ajang PON, meskipun medali yang diraih tidak masuk dalam perhitungan resmi. Provinsi Kalimantan Timur berhasil keluar sebagai juara umum dalam cabang binaraga, dengan mengoleksi dua medali emas dan dua perak. Di posisi kedua ada Sumatera Utara sebagai tuan rumah, yang menorehkan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Di tempat ketiga ada DI Yogyakarta, menyusul DKI Jakarta yang juga berhasil meraih dua medali emas. Provinsi lain seperti Banten mencatatkan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, sedangkan Sumatera Barat memperoleh satu emas dan satu perak. Di sisi lain, Jawa Barat meraih dua perunggu. Menariknya, Provinsi Papua yang sebelumnya tampil dominan di PON XX, harus melewatkan kesempatan untuk bersaing di PON XXI ini karena sejumlah alasan tertentu. Sebelumnya, tuan rumah Sumatera Utara diprediksi akan menjadi pemegang medali terbanyak, dengan target empat medali emas. Dukungan masyarakat juga diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para atlet setempat. Namun, Kalimantan Timur mengejutkan banyak pihak, sebab pada PON XX Papua lalu tidak meraih satu pun emas, kini berhasil meraih prestasi gemilang. Selain itu, DKI Jakarta menorehkan sejarah baru setelah dua dekade tidak meraih medali emas di cabang binaraga. Slamet Junaidi di kelas 60 kg dan Sahri di kelas 70 kg berhasil mengubah nasib tim dengan masing-masing merebut emas. Pada mulanya, mereka hanya menargetkan satu emas saja. Berikut adalah hasil lengkap dari pertandingan cabang binaraga di PON XXI Aceh-Sumatera Utara: 1. **Kelas Men Sports Physique Up To 170 cm** - Emas: Stenly Kaunang (Sumatera Utara) - Perak: Hendry (Kalimantan Selatan) - Perunggu: Handono (Jawa Tengah) 2. **Kelas Men Sports Physique Over 170 cm** - Emas: Kiki Irawan (Sumatera Utara) - Perak: Lukmanul Eko Sasmito (Kalimantan Timur) - Perunggu: Slamet Hariyanto (Jawa Timur) 3. **Kelas Men Athletics Physique** - Emas: Sirilius Dwi March Woda (DI Yogyakarta) - Perak: Robi Yanur (Kalimantan Timur) - Perunggu: Yona Royana Pura (Jawa Barat) 4. **Kelas Binaraga 55 kg** - Emas: Mulyadi (Kalimantan Timur) - Perak: Rudiyanto (DI Yogyakarta) - Perunggu: Hismawan Sulistiono (Sumatera Utara) 5. **Kelas Binaraga 60 kg** - Emas: Slamet Junaidi (DKI Jakarta) - Perak: Syamsul Bahri (Banten) - Perunggu: Agung Wibowo (Sumatera Utara) 6. **Kelas Binaraga 65 kg** - Emas: Bambang Sujatmoko (DI Yogyakarta) - Perak: Iswahyudi (Kalimantan Selatan) - Perunggu: Maksudin (Banten) 7. **Kelas Binaraga 70 kg** - Emas: Sahri (DKI Jakarta) - Perak: Panca Tri Anggono (Jawa Timur) - Perunggu: Dody Armanda Putra (Sumatera Utara) 8. **Kelas Binaraga 75 kg** - Emas: Muswar (Sumatera Barat) - Perak: Achmad Alvin (Bali) - Perunggu: Bulfiandy Sidani (Sulawesi Selatan) 9. **Kelas Binaraga 80 kg** - Emas: Akbar Nur Azmi (Jawa Timur) - Perak: Ahmad Midkholuddin (Kalimantan Selatan) - Perunggu: Atang Ependi (Jawa Barat) 10. **Kelas Binaraga 85 kg** - Emas: Sujarwanto (Kalimantan Timur) - Perak: Indra Mulyadi (Sumatera Barat) - Perunggu: Diding Grimon (Riau) 11. **Kelas Binaraga +85 kg** - Emas: Tjhie Rachmad Wijaya (Banten) - Perak: Bayu Riswana (Aceh) - Perunggu: Nir Ikhsan (DI Yogyakarta) 12. **Eksibisi Kelas Women Model** - Emas: Firma (Jawa Timur) - Perak: Sindi Arina (Sumatera Utara) - Perunggu: Ervina Sundalangi (Sulawesi Utara) Dengan hasil yang memuaskan, perolehan medali cabang binaraga dari masing-masing provinsi menunjukkan tingkat persaingan yang cukup ketat serta komitmen yang tinggi dari para atlet untuk meraih prestasi yang terbaik. ANTARA