BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjung Pandan** Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil melakukan evakuasi terhadap seorang anak berusia 13 tahun yang mengalami kecelakaan saat bermain. Insiden tersebut terjadi ketika kaki anak tersebut terjepit di antara cabang-cabang pohon setelah ia berusaha memanjat untuk mengambil layangan yang tersangkut. Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi, kejadian ini berlangsung di sekitar kawasan Jalan Serma Abdullah, Desa Air Raya, Tanjung Pandan. Saat itu, anak tersebut memanjat pohon demi mengambil layangan yang terjebak. Informasi mengenai insiden ini diterima BPBD setelah seorang warga melapor mengenai kecelakaan tersebut. Setelah menerima laporan tersebut, tim Pos Damkar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Belitung segera meluncur ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Setibanya di tempat, mereka menemukan bahwa kaki anak tersebut memang terjepit di antara batang pohon. Kondisi ini mengharuskan tim untuk segera bertindak agar dapat menyelamatkan anak tersebut dari situasi berbahaya itu. Untuk melakukan evakuasi, tim menggunakan alat pemotong seperti *chainsaw* dan pengaman berupa tali untuk memotong dahan pohon yang menghalangi. Melalui upaya yang dilakukan dengan cepat dan efisien, akhirnya mereka berhasil melepaskan kaki anak tersebut dan membawanya ke tempat yang lebih aman. Agus Supriadi kemudian memberikan imbauan kepada para orang tua untuk lebih mengawasi kegiatan anak-anak mereka. Ia mengingatkan agar orang tua tetap vigilant, terutama ketika anak-anak berusaha mengejar layangan putus atau mengambil layangan yang terjebak di atas pohon. Ia menyatakan situasi tersebut sangat berisiko, terutama jika dahan yang dipanjat tidak cukup kuat, sehingga dapat membahayakan keselamatan anak. ''Kegiatan seperti ini memang memiliki potensi bahaya yang tinggi. Anak-anak harus diberikan pengertian mengenai resiko yang ada, khususnya saat bermain di tempat yang berbahaya,'' imbuhnya. ANTARA