JAKARTA –
**Borneonews - Takengon**, Perhatian besar diberikan oleh masyarakat terhadap perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024. Salah satu cabang olahraga yang menarik perhatian adalah pacuan kuda yang diadakan di Arena Pacuan Kuda Takengon, yang berlokasi di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Pada hari kedua pelaksanaan lomba tersebut, yang berlangsung pada hari Kamis, ribuan penonton tampak memenuhi tribun yang telah disiapkan. Bahkan, mereka melanggar batasan dengan menempati area yang sebenarnya tidak diperbolehkan untuk digunakan. Arena Pacuan Kuda Takengon memiliki kapasitas yang dapat menampung sekitar 6.500 penonton. Namun, saat kegiatan pacuan kuda PON XXI dimulai sejak Rabu (11/9), proyek pemasangan atap tribun penonton masih berlangsung dan belum selesai. Dalam situasi ini, pihak panitia terpaksa mengarahkan penonton untuk menempati dua tribun bagian bawah yang dapat memuat lebih kurang 4.000 orang, dan menutup akses ke tribun di lantai tiga. Meski demikian, tidak sedikit penonton yang mengambil risiko untuk memaksa naik ke tribun di lantai tiga, dengan mengabaikan spanduk pembatas dan memanfaatkan tangga untuk mencapai lokasi tersebut. Lebih jauh, sejumlah penonton dilaporkan terlihat merambat menggunakan tangga pekerja, yang diperuntukkan bagi karyawan yang menyelesaikan proyek pemasangan atap tribunal, demi mendapatkan tempat untuk menyaksikan langsung pertandingan pacuan kuda dalam event PON XXI tersebut. Sebelumnya, pihak pengelola proyek Arena Pacuan Kuda Takengon telah merencanakan bahwa seluruh pekerjaan akan selesai pada akhir Juli 2024. Manajer Proyek Waskita, Suprianto, menjelaskan bahwa di dalam kontrak tertera bahwa penyelesaian harus dilakukan paling lambat pada Oktober 2024. Namun, pihaknya menargetkan agar semua selesai pada akhir Juli. Untuk mencapai target tersebut, mereka mengerahkan sekitar 362 pekerja dan bekerja secara intensif, baik siang maupun malam. ANTARA