**Borneonews - Bandung**, Universitas Padjajaran (Unpad) berkolaborasi dengan PT Pertamina Bina Medika IHC akan memulai pembangunan rumah sakit khusus kanker di Kota Bandung pada awal tahun 2025. Rumah sakit ini berlokasi di Jl Dipatiukur 46, Jawa Barat.
Rektor Unpad, Rina Indiastuti, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan rumah sakit ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan aset lahan negara yang telah diserahkan kepada institusi pendidikan tersebut. Rina menjelaskan, Unpad memiliki lahan negara serta sumber daya manusia yang berkualitas, sementara IHC memiliki pengalaman dalam mengelola rumah sakit dan kemampuan dalam hal investasi. Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat tepat."
Ia juga menambahkan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan telah bersertifikat, dan pemanfaatannya telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, sebagai pemilik lahan. Selain itu, proses pembangunan akan melibatkan pemindahan pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di area sekitar lokasi yang akan dibangun.
"Dengan dukungan peralatan modern dan terkini serta sumber daya manusia yang kompeten, kami percaya bahwa lahan ini dapat dimanfaatkan secara optimal," tuturnya.
Rumah sakit kanker yang akan dibangun oleh Pertamina dan Unpad ini direncanakan memiliki tujuh lantai, dengan luas bangunan mencapai antara 10.000 hingga 12.000 meter persegi. Luas lahan yang disediakan untuk proyek ini adalah sekitar 8.900 meter persegi.
Di sisi lain, Plt Direktur Utama Pertamedika IHC, Lia Partakusuma, menyatakan bahwa kanker merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling serius di Indonesia saat ini. Ia mencatat bahwa kanker adalah penyebab kematian terbesar kedua di dunia, mengakibatkan 9,6 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 136 kasus kanker per 100 ribu penduduk, menjadikan negara ini berada di peringkat ke-8 di Asia Tenggara.
"Dari pengalaman kami di IHC, jumlah kasus kanker tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jenis kanker yang paling umum terjadi adalah kanker payudara dan serviks, diikuti oleh kanker paru-paru dan hati," jelas Lia.
Lia juga menyebutkan bahwa berdasarkan studi terbaru, kanker menjadi salah satu isu kesehatan yang paling mendesak di wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu, penanganan terhadap penyakit ini sangat penting, mengingat biaya pengobatan masih tergolong tinggi.
"Kita harus memahami kasus-kasus yang paling dibutuhkan masyarakat. Penanganan kanker seringkali memakan waktu yang lama, dengan antrean yang panjang serta kendala dalam fasilitas dan SDM. Oleh karena itu, sangat diperlukan pembangunan layanan kesehatan yang lebih baik untuk menangani masalah kanker di Jawa Barat," pungkasnya.
ANTARA
Unpad dan Pertamedika IHC Luncurkan Proyek RS Kanker di Bandung
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







