JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencari solusi atas menurunnya jumlah anggota kelas menengah di masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menekankan bahwa peningkatan perlindungan jaminan sosial, baik dalam aspek kesehatan maupun ketenagakerjaan, menjadi salah satu fokus utama dalam usaha ini. Dalam kesempatan setelah acara Paritrana Award BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2024 di Jakarta, Muhadjir menjelaskan bahwa terdapat fenomena berkurangnya kelas menengah yang berjalan bersamaan dengan bertambahnya populasi yang tergolong dalam kategori *aspiring middle class* atau calon kelas menengah. Meskipun ada upaya pengurangan angka kemiskinan ekstrem yang menunjukkan perbaikan dalam perekonomian, banyak masyarakat tetap berada dalam posisi transisi menuju kelas menengah. Untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan mengembalikan pertumbuhan jumlah kelas menengah, pemerintah berupaya menemukan berbagai solusi. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat jaminan sosial, termasuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Muhadjir menekankan pentingnya jaminan kesehatan yang bersifat *universal* dan mendorong setiap daerah untuk menyediakan anggaran yang memadai agar warga dapat mengakses layanan kesehatan gratis. Lebih lanjut, jaminan sosial untuk ketenagakerjaan menawarkan perlindungan yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Muhadjir juga menyoroti bahwa penurunan jumlah anggota kelas menengah sebagian besar dipicu oleh dampak jangka panjang dari pandemi COVID-19. Sebelum pandemi melanda pada tahun 2020, sudah terjadi pertumbuhan kelas menengah yang signifikan selama lima tahun sebelumnya. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah meluncurkan berbagai program bantuan sosial dan berupaya memperluas lapangan kerja. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), data per Agustus 2024 menunjukkan penurunan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori kelas menengah. Pada tahun 2019 tercatat 57,33 juta orang, namun angka tersebut menyusut menjadi 53,83 juta orang pada 2021. Penurunan tersebut terus berlanjut dengan 49,51 juta orang pada 2022 dan 48,27 juta orang pada 2023, sebelum akhirnya terjatuh menjadi 47,85 juta orang pada tahun ini. Meskipun demikian, peningkatan jumlah penduduk yang tergolong dalam kategori menuju kelas menengah menunjukkan tren positif, meningkat dari 128,85 juta orang menjadi 137,50 juta orang pada tahun 2024. Upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkuat kelas menengah di Indonesia. ANTARA