BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, yang terletak di Provinsi Bengkulu, telah menyelesaikan pembagian seragam sekolah gratis untuk total sebanyak 8.130 siswa. Program ini mencakup siswa dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di wilayah tersebut. Pelaksanaan pembagian seragam gratis berlangsung selama empat hari, mulai dari 9 hingga 12 September 2024. Kegiatan ini menyasar 15 kecamatan di Kabupaten Mukomuko. Bupati Mukomuko, Sapuan, menyatakan bahwa proses pembagian seragam berlangsung dengan baik. Ia juga menambahkan bahwa ini merupakan tahun ketiga dari program yang digagas oleh pemerintahnya bersama Wakil Bupati, Wasri. Pada mulanya, bantuan seragam ditujukan untuk sekolah negeri pada tingkat SD dan SMP. Namun, dengan bertambahnya pengalaman dan dukungan, program ini diharapkan dapat melanjutkan dukungan bagi pendidikan pada tingkat taman kanak-kanak. Sapuan juga menekankan bahwa program ini akan diperluas untuk mencakup sekolah keagamaan yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama setempat. "Insya Allah, seragam untuk siswa sekolah keagamaan juga akan dibagikan pada akhir tahun ini," ujarnya. Selain perluasan penerima manfaat, jumlah seragam yang diberikan untuk setiap siswa juga akan meningkat dari jumlah sebelumnya. Pihak pemerintah menerima harapan dari orang tua siswa untuk menambah kuota seragam gratis di tahun-tahun mendatang. Ramon Hoski, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, menginformasikan bahwa penerima bantuan seragam gratis tersebut berasal dari 140 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, dan 58 sekolah menengah pertama. Ia juga menambahkan bahwa penerima bantuan ini tidak hanya terbatas pada tingkat SD dan SMP di bawah Dinas Pendidikan, melainkan juga mencakup sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, khususnya untuk MI dan MTS. "Sebanyak 689 siswa dari MI dan 1.219 siswa dari MTS juga mendapatkan seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah," ungkap Ramon. ANTARA