BANDUNG –
**Borneonews - Kota Bandung**, Pemerintah Kota Bandung mengadakan program pendidikan politik untuk masyarakat sebagai upaya menjaga kestabilan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemilihan dapat berjalan dengan aman dan damai. Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, menyatakan bahwa sejarah pemilu dan pilkada di Kota Bandung selalu berlangsung dengan kondisi yang kondusif. Ia mengajak masyarakat untuk bersatu dalam mewujudkan suasana yang damai dan sejuk, terutama pada Pemilu yang dijadwalkan pada Februari 2024. “Semua warga Kota Bandung merupakan bagian dari sejarah pada pilkada yang akan datang. Kita harus saling bekerja sama untuk mewujudkan pilkada yang damai dan harmonis,” ungkap Bambang dalam sambutannya pada acara tersebut. Bambang menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilkada tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan penyelenggara, tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas di wilayah masing-masing. Komitmen pemerintah kota untuk menyukseskan pilkada pada 27 November mendatang juga disampaikan, serta dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan partai politik untuk menjamin pelaksanaan yang damai. Selain itu, ia mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan tingkat partisipasi pemilih. Pada Pemilu 2024, partisipasi pemilih di Kota Bandung diperkirakan mencapai sekitar 82,9 persen. “Kami berharap partisipasi pemilih pada pilkada mendatang dapat mencapai lebih dari 90 persen,” tambah Bambang. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya, menjelaskan tujuan dari kegiatan pendidikan politik ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat terkait pelaksanaan pilkada serentak yang damai, adil, dan demokratis. “Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai hak dan kewajiban pemilih, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam Pilkada serentak 2024,” pungkas Sony. ANTARA