JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memberikan pendidikan kepada siswa agar mereka lebih mencintai alam dan menghindari tindakan tawuran. Melalui program ini, diharapkan generasi muda dapat terlibat dalam kegiatan yang positif dan menyenangkan. Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ali Muqodas, menyampaikan bahwa pertemuan antar anggota Siswa Pecinta Alam (Sispala) dapat mendorong terjalinnya persahabatan di antara mereka. Hal ini diyakini akan mengurangi kemungkinan terjadi konflik, seperti tawuran. "Ketika mereka saling mengenal sebagai teman, maka konflik di antara mereka akan semakin kecil," ujar Ali dalam sebuah diskusi dan acara penyerahan piala lomba mendaki Gunung Gede. Dalam kesempatan tersebut, Ali juga mengingatkan bahwa mencintai alam tidak hanya terbatas pada aktivitas mendaki gunung, tetapi juga mencakup perilaku sehari-hari dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Mencintai alam harus diterapkan di mana saja, baik di rumah maupun di sekolah. Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan adalah bagian dari mencintai alam," imbuhnya. Selain itu, Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra, memberikan pengetahuan tentang potensi gempa megathrust kepada para siswa. Ia menjelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam kawasan *cincin api* dunia, yang artinya ketahanan terhadap ancaman bencana alam, seperti gempa dan tsunami, harus selalu menjadi perhatian. "Di kawasan ini, risiko ancaman gempa dan tsunami cukup tinggi," tambahnya. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga tergerak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. "Tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan alam, sangat vital untuk menjaga resapan air dan kesehatan lingkungan kita," jelas Bambang. Seorang siswa Sispala, Muhammad Rizky, berbagi pengalamannya setelah mengumpulkan 38 kilogram sampah selama kegiatan mendaki Gunung Gede. "Saya tidak menyangka bisa mengumpulkan sebanyak itu. Yang lebih berarti adalah kesempatan bertemu teman-teman Sispala lainnya," kata Rizky dengan semangat. Acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk penyerahan piala kepada siswa yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak antara tanggal 22 hingga 25 Agustus 2024, diskusi mengenai gempa megathrust, serta pendampingan dalam pembuatan konten video. Sekitar 150 siswa turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini, menunjukkan antusiasme mereka dalam mencintai dan menjaga alam. ANTARA