BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan sumbangan yang berfokus pada sarana pendidikan kepada Sekolah Alam Pangkalpinang. Tindakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (*TJSL*). General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Dini Sulistyawati, dalam keterangannya menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kali ini merupakan fasilitas pendidikan yang berorientasi pada pengembangan pendidikan berbasis alam untuk generasi penerus. Dengan penyaluran ini, PLN berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kaya dan kreatif. Program TJSL yang diluncurkan ini mencakup penyediaan fasilitas pendidikan seperti *mancakrida* (outbond) serta taman belajar yang dirancang khusus. Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung metode pembelajaran yang berbasiskan alam, dan diharapkan dapat meningkatkan proses pendidikan yang bersifat praktis serta interaktif. Dini menambahkan bahwa fasilitas yang diberikan memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya melatih keterampilan fisik dan mental mereka tetapi juga didorong untuk keluar dari zona nyaman. Lebih jauh, kegiatan ini membantu siswa untuk belajar mengatasi rasa takut, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat karakter mereka dalam konteks alam terbuka. Lebih lanjut, Dini mengingatkan agar pihak sekolah mampu menjaga dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik. Dia berharap fasilitas tersebut dapat digunakan tidak hanya oleh Sekolah Alam Pangkalpinang tetapi juga oleh sekolah-sekolah lain yang belum memiliki sarana *mancakrida*. Untuk memfasilitasi hal itu, dia mengusulkan kerja sama antarsekolah agar semua anak bisa menikmati manfaat dari fasilitas tersebut. Kepala Yayasan Sekolah Alam Pangkalpinang, Leylasari, memberikan apresiasi kepada PLN atas dukungannya dalam mewujudkan fasilitas pendidikan yang berlandaskan alam. Menurutnya, fasilitas baru ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih membangun bagi siswa. Ini juga memperkuat misi yayasan dalam mendidik generasi dengan kesadaran tinggi mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Leylasari meyakini bahwa dengan lingkungan belajar yang kondusif, siswa akan dapat berkembang secara optimal. Ini tidak hanya menyangkut aspek akademis, tetapi juga pengembangan mental, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan mereka. Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, menggarisbawahi pentingnya pendidikan berbasis alam. Ia mengemukakan bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan aspek alam tidak hanya mendukung pembelajaran akademis, tetapi juga membantu anak-anak menjadi lebih memahami lingkungan serta membangun empati dan ketahanan. Budi menekankan bahwa program seperti ini sangat relevan dan diharapkan dapat menjadi bagian penting dari program kerja Pemerintah Kota Pangkalpinang. Ia berharap kegiatan ini bisa menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam proses belajar mengajar, sehingga generasi yang akan datang dapat tumbuh dengan nilai-nilai cinta terhadap alam yang kuat. ANTARA