JAKARTA –
**Borneonews - Bangkok**, Perdana Menteri Thailand yang baru, Paetongtarn Shinawatra, telah menyampaikan sepuluh kebijakan utama yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penyampaian tersebut berlangsung di depan anggota parlemen pada hari Kamis, 12 September. Di antara kebijakan yang diperkenalkan, terdapat beberapa poin krusial yakni pemanfaatan *digital wallets*, modernisasi sektor pertanian, penerapan tarif tetap untuk kereta listrik di seluruh jalur, serta upaya penegakan hukum terhadap kejahatan siber dan perdagangan narkoba. Selain itu, pemerintahan baru ini juga berencana untuk menyusun konstitusi yang baru serta melakukan reformasi pada sistem perpajakan. Perdana Menteri Shinawatra menekankan pentingnya memberikan akses dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara. Ia memastikan bahwa setiap individu di Thailand seharusnya dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk akses terhadap pangan yang cukup. Pemerintahan baru ini tentu dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kondisi ekonomi yang stagnan, tingkat utang yang tinggi, ketimpangan pendapatan, masalah lingkungan hidup, serta perpecahan dalam aspek sosial dan politik. Tantangan-tantangan tersebut menjadi fokus utama bagi kabinet yang baru dilantik untuk segera ditangani. Dalam pengantar kebijakannya, Shinawatra mengungkapkan tekadnya untuk menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat. Dia berharap bisa mengubah setiap tantangan yang ada menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan negara. Keberhasilan dalam pelaksanaan kebijakan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Thailand ke depan. ANTARA