JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Para diplomat dari Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang bersatu dalam mengecam tindakan peluncuran rudal balistik jarak pendek yang dilakukan oleh Korea Utara baru-baru ini. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada hari Kamis. Ketiga negara tersebut menyatakan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan pelanggaran yang jelas terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka sepakat bahwa tindakan ini dapat mengancam perdamaian dan stabilitas tidak hanya di Semenanjung Korea, tetapi juga di wilayah sekitarnya. Percakapan antara para diplomat dari ketiga negara dilakukan melalui telepon beberapa jam setelah Korea Utara melakukan peluncuran yang diyakini sebagai beberapa rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang pada Rabu malam, 11 September. Dalam uji coba tersebut, proyeksi jarak yang ditempuh oleh rudal diperkirakan mencapai sekitar 360,6 kilometer. Dalam dialog tersebut, Direktur Jenderal Kebijakan Semenanjung Korea dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Lee Jun-il, Direktur Urusan Korea dan Mongolia dari Deplu AS, Seth Bailey, serta Wakil Direktur Jenderal Biro Ekonomi Kementerian Luar Negeri Jepang, Akihiro Okochi, sepakat untuk memperkuat kerja sama di antara ketiga negara. Mereka menekankan pentingnya koordinasi dalam menghadapi provocations yang ditimbulkan oleh Korea Utara. Peningkatan kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk merespon berbagai tantangan yang muncul akibat tindakan provokatif dari Korea Utara dan dalam rangka menjaga keamanan kawasan yang lebih luas. ANTARA