SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, PLN Nusantara Power (PLN NP) berupaya untuk mengoptimalkan pengelolaan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat fasilitas serta infrastruktur yang terdapat pada Nusantara Control Center (NuCC). Menurut Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, melalui pernyataannya di Surabaya, hal ini merupakan wujud nyata dari dukungan terhadap komitmen pemerintah untuk mencapai target *net zero emission* pada tahun 2060. Inisiatif ini mencerminkan keseriusan PLN NP dalam mendukung transformasi energi yang lebih berkelanjutan. Nusantara Control Center berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pengendalian operasional pembangkit listrik berbasis EBT secara *real time*. Dengan memanfaatkan teknologi industri 4.0 serta integrasi kecerdasan buatan (*artificial intelligence*), NuCC diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas sumber daya manusia dalam pengelolaan pembangkit listrik di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, Nusantara InnoVision Center (NIC) sebagai bagian dari NuCC bertujuan untuk menyediakan visualisasi informasi korporat yang terintegrasi. NIC dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif. Ruly juga menjelaskan bahwa penguatan fasilitas NuCC sangat penting untuk mendukung transformasi energi di tanah air. Langkah ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur digital yang lebih modern, termasuk *roadmap* operasional. Sebagai bagian dari upaya ini, manajemen PLN NP telah mengadakan demonstrasi operasional NuCC. Demonstrasi tersebut bertujuan untuk menunjukkan berbagai kapabilitas yang dimiliki dalam hal pengelolaan pembangkit EBT. Kegiatan ini mencakup beberapa demo menarik, seperti simulator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), sistem NuCC, pemantauan kinerja, serta aplikasi komunikasi yang ada di NuCC. Dalam demo simulator PLTN, PLN Nusantara Power menunjukkan kesiapan mereka dalam mengelola dan mengoperasikan PLTN melalui metode *experiential learning*. Hal ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meraih target *net zero emission*. Demonstrasi juga menyertakan sistem NuCC yang menunjukkan kemajuan unit-unit yang terhubung, sebagai indikator kemampuan *digital implementation* PLN NP dalam pengelolaan remotisasi unit. Ini memungkinkan pengoptimalan operasional Pembangkit Listrik Swasta Independen (IPP) serta capaian *resources optimization* yang lebih baik. Melalui Demo Dashboard Kinerja, pemantauan terhadap operasi PLN NP telah terintegrasi secara *real time*, memanfaatkan implementasi digital yang menjembatani operasional dengan kinerja yang ada. Hal ini mendukung keberlangsungan penyediaan listrik serta keamanan sistem secara keseluruhan. Terakhir, dalam demo operasional NuCC dan komunikasi, PLN NP memperlihatkan *proof of concept* mengenai remotisasi dan optimasi yang telah dilakukan. Ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata tentang kesiapan operasional NuCC agar dapat dikelola dan ditingkatkan pada skala yang lebih besar di masa depan. ANTARA