JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Pusat**, Pemerintah Kota Jakarta Pusat baru-baru ini melaksanakan pemberian sertifikat keprofesian kepada 70 peserta yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan sebagai tenaga satuan pengamanan (*satpam*) di wilayah tersebut. Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan yang berlangsung selama 15 hari kerja mulai dari Senin, 26 Agustus ini, diakhiri dengan penyerahan sertifikat keprofesian oleh pihak terkait. Noviar Dinariyanti, Pelaksana Tugas Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Pusat, menyampaikan bahwa para peserta yang dinyatakan lulus juga akan mendapatkan kartu tanda anggota (*KTA*) yang berlaku selama tiga tahun. Para peserta pelatihan ini merupakan warga dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat, yang terpilih melalui proses seleksi dan usulan dari kelurahan serta Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat. Noviar menambahkan bahwa pendaftaran untuk pelatihan dilakukan melalui media sosial, dengan prioritas diberikan kepada warga yang tinggal di Jakarta Pusat. Dari 70 peserta tersebut, empat di antaranya berasal dari usulan Balai Pemasyarakatan. Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai materi yang meliputi *hard skill* dan *soft skill* sesuai dengan bidang pekerjaan yang diminati. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja serta menyokong upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di Jakarta Pusat. Noviar menjelaskan, tugas pemerintah adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar mereka lebih siap untuk diterima di perusahaan. Setelah pelatihan ini, rencananya akan ada penyaluran peserta ke sejumlah perusahaan di Jakarta Pusat. Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Wadi Sabani, juga mengungkapkan bahwa selama pelatihan, peserta mendapatkan beragam keterampilan *hard skill* dan *soft skill*. Di sisi *hard skill*, peserta dilatih dalam aktivitas fisik seperti baris berbaris, bela diri praktis, serta kesiapsiagaan jasmani lainnya. Sementara itu, untuk *soft skill*, mereka memperoleh pemahaman tentang tugas kepolisian yang bersifat terbatas serta penanganan situasi secara preventif. Lebih lanjut, para peserta dididik mengenai wawasan tugas satpam dan pentingnya koordinasi dengan aparat pemerintahan serta lembaga penegak hukum setempat dalam melakukan penanganan situasi. Wadi Sabani menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama yang harus terus dijaga dan ditingkatkan sebagai bagian dari karakter dan identitas sehari-hari. Mental dan perilaku yang baik juga merupakan modal penting bagi seorang *satpam* dalam menjalankan tugasnya. ANTARA