**Borneonews - Semarang**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di area pariwisata pesisir seiring dengan isu yang berkembang terkait potensi ancaman gempa megathrust.
Koordinasi telah dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi megathrust yang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia, kata Uno dalam sebuah pernyataan di Semarang pada hari Kamis.
Menyikapi ancaman bencana tersebut, ia berharap masyarakat tidak membatalkan rencana perjalanan mereka, melainkan lebih mengedepankan rasa kewaspadaan. Hal ini bertujuan agar para pengunjung tetap dapat menikmati liburan mereka dengan memperhatikan keselamatan.
Pemerintah juga telah melaksanakan pelatihan mitigasi bencana bagi warga di kawasan pesisir sehingga mereka lebih siap menghadapi beragam potensi ancaman bencana alam yang mungkin terjadi. Dalam hal ini, Uno menekankan kolaborasi kementeriannya dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk menyiapkan pola penyelamatan jika terjadi keadaan darurat.
Teruslah berwisata dan ikuti aktivitas ekonomi kreatif, tetapi tetap harus waspada, tegasnya.
Zona megathrust diketahui telah ada selama jutaan tahun, terbentuk bersamaan dengan pembentukan busur kepulauan Indonesia. Di Indonesia sendiri, zona megathrust terletak pada area subduksi aktif, termasuk Subduksi Sunda (Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba), Subduksi Banda, Subduksi Laut Maluku, Subduksi Sulawesi, Subduksi Lempeng Filipina, dan Subduksi Papua Utara.
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi menghadapi gempa megathrust di masa depan, meskipun tanggal pastinya tidak dapat diprediksi. Lokasi potensi bencana diperkirakan berada di wilayah barat Pulau Sumatra sampai selatan Pulau Jawa. Hal ini disebabkan oleh adanya titik pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia yang rawan terhadap aktivitas seismik.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru-baru ini, pada tanggal 5 September, melaksanakan latihan simulasi secara serentak di empat lokasi, yaitu Pangandaran, Cilacap, Pandeglang, dan Kepulauan Mentawai.
Simulasi ini dilakukan sebagai respons terhadap prediksi para ahli dan peringatan dari BMKG mengenai potensi terjadinya gempa bumi besar dan tsunami. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
ANTARA
Waspadai Ancaman Gempa Megathrust, Tingkatkan Kewaspadaan Wisatawan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







