JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Atika Damayanti, Sp.DVE, menegaskan bahwa menjaga imunitas tubuh yang baik serta menerapkan pola hidup sehat dapat membantu seseorang terhindar dari cacar monyet yang dikenal sebagai *Mpox*. Dalam penjelasannya, dokter yang berpraktik di RSUD Budhi Asih DKI Jakarta ini menyatakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus seperti Mpox sejatinya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama bagi individu yang memiliki sistem kekebalan yang kuat. "Umumnya, penyakit virus ini bersifat *self-limiting* atau dapat sembuh tanpa penanganan khusus. Sebagai contoh, penyakit seperti COVID-19 atau cacar, jika imunitas kita baik, tidak perlu terlalu khawatir," ungkap Atika dalam sebuah diskusi daring yang diadakan oleh Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari Kamis. Ia juga menjelaskan bahwa Mpox termasuk dalam kategori penyakit dengan tingkat fatalitas yang relatif rendah. Atika menambahkan bahwa vaksinasi terhadap Mpox saat ini masih diperuntukkan bagi kelompok-kelompok tertentu, seperti tenaga medis, pria yang memiliki perilaku seksual dengan sesama pria, serta individu yang terinfeksi HIV. Meskipun begitu, ia mengingatkan pentingnya deteksi dini serta perlindungan diri agar penanganan terhadap penyakit ini dapat dilakukan secara efektif. Masyarakat sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami demam selama 1 hingga 3 hari, diikuti dengan munculnya gejala kulit berupa bercak kemerahan yang berkembang menjadi lenting berisi nanah, lalu akhirnya berubah menjadi kerak. Atika juga menjelaskan bahwa timbulnya gejala kulit pada penderita Mpox tidak berlangsung secepat pada penderita cacar atau campak. Dia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, terutama dalam rentang dua minggu sejak gejala pertama muncul, karena pada fase ini penyakit masih dapat menular. Pasien pun diimbau untuk tetap berhati-hati agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Dalam kasus yang tidak terlalu parah, isolasi mandiri di rumah diperbolehkan, dengan catatan tidak melakukan kontak dengan orang lain selama periode isolasi tersebut. "Jika Anda mengalami gejala, lakukan tindakan pencegahan dengan menghindari kontak antara cairan tubuh atau luka dengan orang lain. Untuk meminimalisir penularan, Anda bisa melakukan isolasi mandiri," jelas Atika. Bagi masyarakat yang masih dalam kondisi sehat, Atika menyarankan untuk menjaga kebersihan, khususnya pada area tangan, dengan cara mencuci tangan secara rutin. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan tenaga kesehatan untuk lebih berhati-hati dalam menangani pasien dengan Mpox, dengan cara menghindari kontak langsung dan selalu menggunakan alat pelindung diri yang tepat. ANTARA