JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Pusat**, Pemerintah Kota Jakarta Pusat sedang mengambil langkah proaktif untuk memperkuat peran Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Pada sebuah pertemuan yang diadakan di Kantor Wali Kota, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, menyatakan pentingnya peran PKK sebagai ujung tombak dalam mendistribusikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan keluarga untuk mengatasi stunting. Dhany menekankan bahwa untuk mengatasi permasalahan stunting, dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk mengubah perilaku serta memperbaiki asupan gizi dan layanan kesehatan yang tersedia. Menurutnya, edukasi kepada para kader menjadi sangat penting agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menangani dan mencegah stunting. Para kader PKK, lanjut Dhany, akan menerima pendidikan dari para pakar yang kompeten dalam bidang kesehatan dan gizi. Hal ini dilakukan guna memberikan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan dalam penanganan masalah stunting di lapangan. Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan keadaan di wilayah masing-masing. Wali Kota tersebut menegaskan harapannya agar penerapan materi yang telah dipelajari dapat membantu menekan angka stunting hingga mencapai target ‘zero’ kasus di masa mendatang. Di lain pihak, Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat, Herlina, menambahkan bahwa pelatihan yang diadakan melibatkan 100 peserta dari kalangan kader PKK, pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), serta duta generasi. Pentingnya pelatihan ini tak terlepas dari realitas bahwa stunting adalah permasalahan kronis yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta masa depan mereka. Herlina menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah melakukan pencegahan dan penanganan sebelum stunting terjadi, sehingga penguatan peran kader kesehatan sangat penting. Selama ini, kader PKK telah melakukan berbagai kegiatan nyata dalam masyarakat. Mereka berfungsi sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan dan konseling mengenai cara mengatasi permasalahan stunting. Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan edukasi terkait *pola hidup bersih dan sehat* (PHBS) serta pentingnya kecukupan gizi bagi anak-anak. Herlina mengharapkan bahwa penguatan keterampilan dan pemahaman di kalangan kader akan membantu mereka dalam menangani stunting. Ia juga mengimbau semua kader untuk seksama observasi persoalan yang ada di lapangan. Berdasarkan data dari intervensi stunting yang dilakukan pada Juli 2024, terdapat 1.080 balita yang terdampak stunting di wilayah Jakarta Pusat sesuai validasi dari Suku Dinas Kesehatan. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tanah Abang mencatat 213 balita stunting yang tersebar di sejumlah kelurahan. Sementara itu, Kecamatan Sawah Besar dan Kecamatan Johar Baru masing-masing tercatat memiliki 160 dan 135 balita dengan masalah serupa. Upaya penanganan stunting ini menjadi perhatian utama Pemkot Jakarta Pusat demi meningkatkan kualitas kesehatan dan perkembangan anak-anak di wilayah tersebut. ANTARA