**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyoroti pentingnya biodiesel jenis B50 sebagai alat *bargaining* Indonesia di pentas dunia. Dalam sebuah acara yang diadakan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, ia menjelaskan bahwa dari seluruh komoditas perkebunan, minyak sawit merupakan yang paling siap untuk dikembangkan.
"Minyak sawit adalah komoditas unggulan yang perlu kita dorong agar bisa memasuki berbagai pasar untuk peningkatan ekspor. Kita juga dapat mengonversinya menjadi B50, yang merupakan bagian dari strategi *bargaining* kita di tingkat internasional," ungkap Sudaryono pada acara Perkebunan Indonesia Expo (BUNEX) 2024.
Indonesia, yang menguasai hampir 60 persen produksi minyak sawit dunia, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan komoditas ini. Sudaryono menambahkan, "Sebagai produsen terbesar, para petani sering kali merasa khawatir mengenai pasarapakah produk mereka akan laku atau tidak. Dengan adanya alternatif ini, jika negara tujuan ekspor memberikan tantangan, kita masih memiliki opsi untuk mengubahnya menjadi sumber energi."
Dengan kendali yang cukup besar terhadap produksi minyak sawit global dan kemampuan untuk mengolahnya menjadi biodiesel B50, Indonesia menguatkan posisinya dalam hal kemandirian pangan dan energi. "Kita kini tidak hanya bergantung pada pembeli. Seandainya mereka tidak membeli sawit dari kita, kita bisa mengolahnya menjadi bahan bakar," kata Sudaryono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan kemampuan mengubah minyak sawit menjadi B50, Indonesia juga dapat memengaruhi harga komoditas sawit di pasar. "Ketika produktivitas tinggi tetapi harga jatuh, kita bisa mengonversinya menjadi biodiesel untuk menjaga kestabilan harga," jelas Sudaryono.
Hal ini mirip dengan strategi yang diterapkan Brasil, di mana mereka mengelola produksi gula dan bioetanol untuk menjaga harga. "Saat harga gula tinggi, mereka akan memproduksi lebih banyak gula hingga harga turun. Sebaliknya, ketika harga gula rendah, sebagian produksi dialihkan untuk bioetanol guna menstabilkan harga," tambahnya.
Kementerian Pertanian bertekad untuk terus mendukung peningkatan produksi biodiesel dari minyak sawit. Sudaryono menegaskan, "Kami berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan B50 dan bahkan telah berhasil dalam pengembangan teknologi untuk B100."
ANTARA
Strategi Indonesia Tingkatkan Ekspor Melalui Biodiesel B50
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







