BORNEONEWS, Puruk Cahu – Bupati Murung Raya (Mura) Perdie M Yoseph meminta agar pengusaha jasa perhotelan maupun penginapan bersiap menghadapi arus pendatang dari luar daerah karena adanya kebijakan pemerintah pembukaan lahan kelapa sawit di kabupaten paling utara Kalimantan Tengah ini.

Hal tersebut disampaikan Perdie saat kegiatan halal bihalal di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Mura, Rabu (27/7/2016).

Bupati mengatakan, bila pengusaha jasa perhotelah maupun penginapan tidak mempersiapkannya tentu saja akan merugikan mereka karena melewati peluang yang terjadi di depan mata .

“Biasanya bila sudah aktif perusahaan tanaman kelapa sawit arus pendatang dari luar daaerah akan sendirinya berdatangan dan dipastikan akan membludak. Tentu bila mereka datang pasti yang pertama dicari adalah tempat untuk menginap,” jelas Perdie.

Dalam mempersiapkan rencana tersebut, Perdie meminta agar pengusaha bisa menambah ruang tempat menginap karena kebanyakan sekarang jasa perhotelan maupun penginapan memiliki ruangan terbatas

Perdie mengingatkan, agar dalam mempersiapkan hal tersebut mulai dari sekarang, sehingga pada kegiatan perusahaan sawit nanti berjalan sudah bisa menampung pendatang dan tidak ada keluhan mengenai fasilitas yang ada di Kota Puruk Cahu maupun sekitarnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Bupati Perdie menuturkan pihak Pemkab Murung Raya akan mulai mencoba membangun kerjasama dengan pihak swasta dalam pengembangan tanaman kelapa sawit dengan tujuan bisa menyerap tanaga kerja, khususnya dari lokal.

Menurutnya sampai dipilihnya opsi tamanan kelapa sawit ini karena sulitnya masyarakat mencari lapangan pekerjaan dan sumber lapangan pekerjaan lain, misalnya  sektor tambang sekarang kurang menjanjikan lagi dalam menyerap tenaga kerja.(SUPRI ADI/m)