JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penderita cacar monyet atau *Mpox* disarankan untuk tetap melakukan mandi dengan menggunakan sabun yang mampu memberikan kelembaban pada kulit, menurut dr. Atika Damayanti, Sp.DVE, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin. Dalam sebuah diskusi daring yang disiarkan oleh Puskesmas Kramat Jati, ia menekankan pentingnya menjaga kelembaban kulit di tengah kondisi yang menular melalui kontak kulit. Dr. Atika menjelaskan bahwa sabun yang digunakan sebaiknya memiliki formulasi yang memberikan perlindungan kelembaban. Ia mengingatkan agar penderita tidak menggunakan produk yang bersifat scrub, karena dapat memperburuk kondisi kulit. "Sabun yang mengikis kulit harus dihindari, mengingat virus ini sangat mudah menular melalui sentuhan langsung," imbuhnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mandi dengan air panas juga tidak dianjurkan. Suhu air yang terlalu tinggi dapat mengurangi kemampuan kulit dalam menjaga kelembaban. Sebagai alternatif, mandi dengan air pada suhu biasa atau air hangat dianggap lebih tepat untuk kondisi ini. Dalam perawatan kulit yang terkena dampak *Mpox*, dr. Atika menyarankan agar pasien fokus pada pemeliharaan kelembaban kulit, sehingga penggunaan sabun antibakteri tidak diperlukan. Untuk perawatan lebih lanjut, ia merekomendasikan agar penderita mengompres koreng yang muncul dengan menggunakan cairan steril NaCl dua kali sehari, masing-masing selama 20 menit. Metode ini diharapkan dapat membantu koreng melunak dan terkelupas secara alami. Setelah proses tersebut, jika muncul tanda-tanda infeksi, penerapan salep antibiotik dapat dilakukan. "Dengan perawatan yang tepat, InsyaAllah kondisi kulit akan kembali normal. Proses regenerasi kulit memakan waktu minimal 28 hari, dan perlahan-lahan bekas koreng akan memudar. Jika sudah tidak ada keluhan, penggunaan pelembab juga dianjurkan untuk membantu kesembuhan," tutup dr. Atika. ANTARA