KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara baru-baru ini menerima penghargaan dari Kompas TV. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas keberhasilan Pemkot dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara yang diselenggarakan oleh Kompas TV bertajuk *Apresiasi Daerah Peduli Stunting dan Kesehatan*. Dalam acara yang diadakan dalam rangka merayakan HUT ke-13 Kompas TV, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyerahkan penghargaan itu langsung kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau, Muh. Rasman Manafi. Muh. Rasman Manafi mengungkapkan rasa syukurnya saat dihubungi dari Kendari. Ia menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam upaya menurunkan angka stunting di daerahnya. "Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja bersama. Selamat untuk Kota Baubau," ujar Muh. Rasman. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024, Pemkot Baubau berhasil menurunkan angka stunting menjadi di bawah 14 persen, yang merupakan target nasional. Berdasarkan data dari e-PPGM pada bulan Juni 2024, terdapat 3.526 anak berusia 0-23 bulan dan 5.620 anak berusia 24-59 bulan di daerah itu. Dari jumlah tersebut, ditemukan bahwa 793 anak mengalami stunting, yang berarti angka prevalence stunting di Kota Baubau berada pada angka sekitar 8,67 persen. Hal ini mencerminkan pencapaian Pemkot dalam menurunkan angka stunting di bawah standar maksimal nasional. Wali Kota Baubau juga menekankan harapannya agar semua pihak yang telah berkontribusi dalam mengatasi masalah stunting tetap berkomitmen dan tidak merasa puas dengan capaian saat ini. Diharapkan kerja sama dalam menurunkan angka stunting harus terus dilanjutkan agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa berbagai kategori penghargaan yang diberikan merupakan bentuk pengakuan atas prestasi dan kinerja kepala daerah. Ia menyampaikan pentingnya pengelolaan keuangan yang bersumber dari APBN, di mana kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola dana tersebut yang mencapai kurang lebih 1.200 triliun rupiah dari total lebih dari 3.000 triliun rupiah APBN. "Kuncinya ada di kepala daerah, dan ini sangat menentukan. Oleh karena itu, para kepala daerah yang menerima penghargaan patut dipertahankan," tegas Tito dalam acara tersebut. ANTARA