SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah menjajaki potensi kerja sama dengan Uni Emirat Arab dalam upaya mengembangkan Pelabuhan Tanjung Emas. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekspor dan impor serta menjadi penunjang bagi kawasan industri yang berada di wilayah tersebut. Kesepakatan ini terungkap dalam kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab, Abdulla Salem Obaid, kepada Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, yang berlangsung di Semarang. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang investasi dan berbagai sektor lainnya di Jawa Tengah. Sejumlah topik penting dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, kesempatan kerja sama di sektor pendidikan, teknologi, ketahanan pangan, serta energi baru terbarukan dan infrastruktur. Nana Sudjana menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Duta Besar Abdulla karena telah berkunjung dan menjalin komunikasi yang lebih erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Nana menegaskan bahwa upaya peningkatan serta modernisasi infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Emas sangat krusial dilakukan karena kondisi pelabuhan yang sudah cukup tua dan memerlukan perbaikan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong aktivitas ekspor dan impor yang lebih efisien, serta mendukung keberadaan kawasan industri di sekitarnya. Rencananya, akan ada bantuan dan investasi yang akan diberikan berkaitan dengan pengembangan pelabuhan tersebut. Lebih lanjut, Nana menjelaskan bahwa hubungan kerja sama antara Uni Emirat Arab dan Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, telah berlangsung cukup lama, dengan fokus utama pada sektor ekonomi. Data dari periode Januari hingga Juni 2023 mencatat bahwa setidaknya ada lima jenis produk yang diekspor dari Jawa Tengah ke Uni Emirat Arab, termasuk alas kaki, pakaian jadi bukan rajutan, barang-barang rajutan, serta produk kayu dan barang-barang dari kulit. Di samping itu, terdapat beberapa produk ekspor lain yang memiliki potensi besar untuk pasar Uni Emirat Arab, seperti kain perca, lemak dan minyak hewan atau nabati, daging dan olahan ikan, serta rempah-rempah. Di bidang infrastruktur, Uni Emirat Arab juga berkontribusi melalui pembangunan Masjid Raya Syeikh Zayed dan Rumah Sakit Jantung di Solo, yang rencananya akan diresmikan pada bulan Oktober 2024. Nana menambahkan, diskusi juga menyentuh beberapa bidang lain yang berpotensi untuk investasi, termasuk pendidikan digital, dan energi baru terbarukan. Ia menyatakan bahwa Pemprov Jateng sangat terbuka untuk meningkatkan komunikasi dengan Kedutaan Uni Emirat Arab di Indonesia. Duta Besar Abdulla Salem Obaid menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu langsung dengan Gubernur. Ia menegaskan pentingnya membahas modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas serta peluang kerja sama lainnya di berbagai sektor, termasuk pendidikan digital dan program ketahanan pangan. Abdulla menyatakan bahwa akan ada evaluasi yang dilakukan setelah kunjungan ini untuk memberikan rekomendasi demi kemajuan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menantikan proposal dari Pemprov Jateng untuk bidang-bidang yang telah dibahas. ANTARA